Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Arab Saudi Ampuni Hampir 2 Ribu Warga Ethiopia, Ada Apa?
ilustrasi bendera Arab Saudi (unsplash.com/aboodi_vm)
  • Arab Saudi mengampuni 1.971 warga Ethiopia sebagai bagian dari upaya memperbaiki hubungan diplomatik dan memfasilitasi pemulangan mereka ke tanah air.
  • Organisasi HAM menyoroti praktik peradilan di Arab Saudi, menuding kurangnya akses hukum bagi terdakwa asing meski pemerintah membantah tudingan tersebut.
  • Data menunjukkan Arab Saudi mengeksekusi 356 orang pada 2025, mayoritas kasus narkoba dan warga asing, sementara Ethiopia berencana memulangkan 70 ribu warganya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Arab Saudi membebaskan 1.971 warga negara Ethiopia yang divonis hukum. Langkah ini sebagai bagian dari amnesti dari pemerintah setempat untuk meningkatkan hubungan antara Arab Saudi dan Ethiopia. 

“Berkat upaya diplomatik sebanyak 1.971 warga Ethiopia sudah diampuni oleh otoritas Arab Saudi. Kini, pemerintah akan memfasilitasi pemulangan mereka ke Ethiopia,” terangnya, dikutip dari The Eastleigh Voice, Selasa (14/7/2026). 

Beberapa tahun terakhir, hubungan Arab Saudi dan Ethiopia merenggang menyusul dugaan kekerasan kepada pekerja migran. Sebab, terdapat sejumlah laporan perlakuan buruk kepada warga Ethiopia dan negara Afrika lainnya di Arab Saudi. 

1. Organisasi perlindungan HAM soroti eksekusi di Arab Saudi

Pengampunan kepada hampir 2 ribu migran ini dilakukan menyusul kekhawatiran dari sejumlah organisasi perlindungan hak asasi manusia (HAM), seperti Reprieve dan European Saudi Organization for Human Rights. Mereka menuding pemerintah Saudi lalai dalam mengadili terdakwa asing di negaranya. 

Dilansir Business Insider Africa, sejumlah migran yang didakwa tidak mendapatkan kuasa hukum dan kesempatan untuk banding. Bahkan, sejumlah pengakuan dari para terdakwa diduga karena berada di bawah paksaan. 

Meskipun demikian, Arab Saudi menolak kritik dari organisasi penegak HAM kepada sistem hukumnya. Riyadh menyebut bahwa semua terdakwa sudah menerima layanan hukum yang sesuai. 

2. Arab Saudi eksekusi 356 orang pada 2025

Organisasi penegak HAM menemukan data dari pemerintah Saudi yang mengungkapkan naiknya kasus eksekusi. Pada 2025, diketahui terdapat 356 orang yang dieksekusi dan menjadi yang terbesar dalam sejarah negara itu. 

Dari jumlah itu, sebanyak 240 orang di antaranya dihukum atas kasus penyelundupan narkoba. Sementara, mayoritas dari orang yang dieksekusi adalah warga negara asing. 

Arab Saudi selama ini menjadi tujuan utama imigran asal Ethiopia untuk mencari pekerjaan. Sekitar ratusan ribu warga Ethiopia bekerja di Arab Saudi dalam sebagai pekerja rumah tangga, pertanian, dan konstruksi. 

3. Ethiopia berniat pulangkan 70 ribu warganya dari Arab Saudi

ilustrasi bendera Ethiopia (unsplash.com/aboodi_vm)

Pada 2024, Ethiopia berencana memulangkan 70 ribu warganya dari Arab Saudi. Program tersebut sudah diusulkan untuk ketiga kalinya sejak 2018 yang menargetkan warga Ethiopia untuk bertahan di negaranya di tengah kondisi yang sulit. 

Sementara itu, Arab Saudi menjadi negara yang menampung imigran Ethiopia terbanyak di kawasan Timur Tengah. Pada saat yang sama, Ethiopia sudah menampung 50 ribu imigran yang melahirkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article