Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

64 Orang Tewas akibat Banjir dan Tanah Longsor di Ethiopia

64 Orang Tewas akibat Banjir dan Tanah Longsor di Ethiopia
ilustrasi banjir di negara bagian Rivers, Nigeria (Hansel ohioma, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Sedikitnya 64 orang tewas dan 128 hilang akibat banjir serta tanah longsor di Zona Gamo, Ethiopia Selatan, setelah hujan deras mengguyur wilayah itu selama sepekan.
  • Pemerintah daerah mengimbau warga pindah ke dataran tinggi karena hujan masih berlangsung dan risiko bencana susulan seperti banjir serta longsor tetap tinggi.
  • Bencana serupa pernah menewaskan lebih dari 250 orang pada 2024, sementara para ilmuwan menilai perubahan iklim memperparah intensitas hujan ekstrem di Afrika Timur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 64 orang tewas akibat banjir dan tanah longsor di Ethiopia Selatan. Puluhan lainnya juga dilaporkan hilang.

“Jumlah orang yang hilang akibat banjir baru-baru ini di zona Gamo telah mencapai 128, dan menurut informasi terbaru, 64 jenazah telah ditemukan,” demikian pernyataan Komisi Polisi Negara Bagian Ethiopia Selatan di Facebook pada Kamis (12/3/2026).

Banjir dan tanah longsor terjadi di Zona Gamo setelah hujan lebat yang berlangsung selama sepekan dan berdampak pada Distrik Gacho Baba, Distrik Kamba, dan Distrik Bonke. Kepala bidang komunikasi Distrik Gacho Baba, Abebe Agena, mengatakan sebagian besar korban tewas ditemukan terkubur lumpur. Sementara itu, direktur tanggap bencana Zona Gamo, Mesfin Manuqa, menyebutkan bahwa satu orang berhasil dikeluarkan dari lumpur dalam keadaan hidup selama operasi penyelamatan.

https://www.aljazeera.com/news/2026/3/12/at-least-52-killed-dozens-reported-missing-after-landslides-in-ethiopia

https://www.bbc.com/news/articles/ce947x4m0e1o

https://abcnews.com/International/wireStory/50-people-killed-125-reported-missing-after-landslides-130993379

1. Warga diimbau pindah ke tempat yang lebih tinggi

sebuah desa yang tenggelam oleh banjir
sebuah desa yang tenggelam oleh banjir (pexels.com/Pok Rie)

Dilansir Al Jazeera, Gubernur Negara Bagian Ethiopia Selatan, Tilahun Kebede, turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang terdampak bencana. Ia mengimbau warga untuk pindah ke dataran yang lebih tinggi karena hujan terus berlangsung.

“Mengingat saat ini musim hujan dan jenis bencana seperti ini bisa terjadi lagi, saya mengimbau masyarakat yang tinggal di dataran tinggi dan daerah rawan banjir untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan,” ujarnya.

Hujan deras telah menyebabkan banjir meluas di seluruh Afrika Timur dalam beberapa hari terakhir. Puluhan orang juga dilaporkan tewas di negara tetangga, Kenya, setelah hujan lebat melanda ibu kota, Nairobi, dan daerah lainnya pada Jumat (6/3/2026).

2. Banjir dan tanah longsor lebih lanjut masih mungkin terjadi

ilustrasi banjir
ilustrasi banjir (unsplash.com/Art Institute of Chicago)

Dilansir BBC, kota Arba Minch dan daerah sekitarnya telah diguyur hujan lebat terus-menerus selama 2 hari, sehingga menyebabkan kerusakan luas pada rumah, infrastruktur, dan lahan pertanian. Warga diimbau waspada karena tanah longsor menutup jalan-jalan utama dan beberapa jembatan terendam banjir.

Pihak berwenang memperingatkan bahwa banjir dan tanah longsor lebih lanjut masih mungkin terjadi. Sementara itu, tim darurat terus memantau situasi.

3. Lebih dari 250 orang akibat tanah longsor di Ethiopia selatan tahun lalu

ilustrasi longsor
ilustrasi longsor (unsplash.com/Wolfgang Hasselmann)

Banjir dan tanah longsor kerap terjadi di Ethiopia, terutama saat musim hujan. Pada Juli 2024, lebih dari 250 orang tewas akibat tanah longsor yang dipicu hujan lebat di Ethiopia selatan.

Selama dua dekade terakhir, sejumlah penelitian telah mendokumentasi peningkatan periode hujan ekstrem maupun kemarau berkepanjangan di Afrika Timur. Para ilmuwan berulang kali memperingatkan bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia meningkatkan kemungkinan, durasi, dan tingkat keparahan peristiwa cuaca ekstrem seperti hujan deras.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More