Jakarta, IDN Times - Pemerintah Arab Saudi dilaporkan telah mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan blokade di Selat Hormuz. Kabar tersebut disampaikan dalam laporan Wall Street Journal (WSJ) pada Senin (13/4/2026) berdasarkan informasi dari seorang pejabat Arab Saudi yang enggan disebut namanya.
Menurut Arab Saudi, AS harus segera menghentikan blokade di Selat Hormuz karena tindakan tersebut bisa membuat situasi di Timur Tengah makin panas. Arab Saudi khawatir, jika AS terus memblokade Selat Hormuz, Iran bisa meminta bantuan Houthi Yaman untuk memblokade Selat Bab-el Mandeb. Jika hal itu terjadi, maka pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global akan terganggu sehingga harganya bisa kembali naik.
“Blokade AS (di Selat Hormuz) secara paradoks akan lebih merugikan sekutunya daripada Iran, mendestabilisasi pasar dan mengikis kredibilitas negara-negara Teluk sebagai pemasok yang dapat diandalkan,” jelas seorang analis asal Bahrain, Ahmed Alkhuzaie, seperti dilansir Jerusalem Post, Selasa (14/4/2026).
