Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Langgar Blokade, AS Sanksi Kapal China yang Lewati Selat Hormuz

Langgar Blokade, AS Sanksi Kapal China yang Lewati Selat Hormuz
ilustrasi kapal dagang (pexels.com/Martin Hungerbuhler)
Intinya Sih
  • Pemerintah AS menjatuhkan sanksi pada kapal tanker China Rich Starry yang melintasi Selat Hormuz di tengah blokade, dengan muatan 250 ribu barel metanol dari UEA.
  • Blokade Selat Hormuz oleh AS dimulai untuk menekan Iran agar menyetujui kesepakatan damai setelah negosiasi di Islamabad gagal total.
  • Terdapat perbedaan pernyataan antara Trump dan CENTCOM soal cakupan blokade, memicu kebingungan terkait pelaksanaan di lapangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan telah memberikan sanksi terhadap kapal tanker China yang melintasi Selat Hormuz pada Selasa (14/4/2026). Sanksi ini diberikan karena kapal China tersebut tetap berlayar di Selat Hormuz di tengah blokade yang dilakukan AS. 

Dilansir Jerusalem Post, kapal tanker China itu bernama Rich Starry. Kapal tersebut menjadi kapal dagang pertama yang melanggar aturan blokade AS di Selat Hormuz. Kapal tersebut dikabarkan dimiliki oleh perusahaan pelayaran yang berbasis di Shanghai, Shanghai Xuanrun Shipping Co Ltd.  

1. Kapal Rich Starry membawa 250 ribu barel metanol

Kapal tanker minyak.
ilustrasi kapal tanker minyak (unsplash.com/Scott Tobin)

Berdasarkan data dari situs pemantau pelayaran kapal, MarineTraffic and Kpler, kapal Rich Starry membawa 250 ribu metanol. Kapal tersebut dikabarkan membawa muatan dari Pelabuhan Hamriyah, Uni Emirat Arab (UEA). Semua awak yang ada di kapal tersebut merupakan warga negara China. 

Selain kapal Rich Starry, AS juga memberikan sanksi kedua terhadap kapal Murlikishan. Tidak diketahui secara pasti dari mana kapal tersebut berasal. Masih menurut data MarineTraffic and Kpler, kapal tersebut tidak bermuatan apa pun. Kendati begitu, kapal tersebut dikabarkan akan menuju ke Irak pada 16 April 2026 untuk mengambil pasokan minyak.

2. AS mulai memblokade Selat Hormuz untuk menekan Iran

Selat Hormuz.
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

AS sendiri mulai memblokade Selat Hormuz pada Senin (13/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk menekan Iran agar segera menyetujui kesepakatan perdamaian dengan AS. Sebab, negosiasi damai antara AS dan Iran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada pekan lalu gagal total.  

“Angkatan Laut Amerika Serikat, yang Terbaik di Dunia, akan memulai proses memblokade semua Kapal yang mencoba memasuki atau meninggalkan Selat Hormuz,” ujar Trump, seperti dilansir The Guardian.

3. Terjadi simpang siur soal blokade Selat Hormuz oleh AS

Ketidakjelasan informasi.
ilustrasi ketidakjelasan informasi (pexels.com/www.kaboompics.com)

Operasi blokade Selat Hormuz oleh AS ini membuat banyak pihak bingung. Sebab, Pusat Komando Militer AS (CENTCOM) mengatakan bahwa blokade hanya dilakukan di semua pelabuhan milik Iran. Sementara itu, Trump mengatakan bahwa blokade dilakukan di seluruh wilayah Selat Hormuz. 

"Pasukan CENTCOM tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan-pelabuhan non-Iran," demikian pernyataan CENTCOM dilansir Anadolu Agency.

Menurut pengamat, perbedaan pernyataan ini menimbulkan kebingungan. Ini juga akan membuat praktik di lapangan berpotensi tidak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh Trump sebagai Presiden AS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More