Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Argentina Siapkan Sanksi bagi Proyek Minyak di Kepulauan Falkland
Kepulauan Falkland (amanderson2, CC BY 2.0 >, via Wikimedia Commons)
  • Presiden Javier Milei menyiapkan RUU dan dekret untuk menjatuhkan sanksi finansial terhadap perusahaan, pemegang saham, direksi, serta kontraktor proyek minyak Falkland tanpa persetujuan Argentina.
  • Ketegangan meningkat seiring pengembangan ladang Sea Lion oleh Rockhopper Exploration dan Navitas Petroleum; Argentina menambah anggaran pertahanan untuk mempercepat pangkalan angkatan laut di Tierra del Fuego.
  • Inggris mengecam rencana sanksi dan menegaskan hak warga Falkland mengelola sumber daya berdasarkan referendum 2013, sementara Argentina menolak keabsahan referendum tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Argentina Javier Milei mengumumkan rencana sanksi ekonomi terhadap perusahaan minyak yang mengebor di perairan Kepulauan Falkland pada Kamis (3/9/2026). Kebijakan tersebut diambil menyusul peningkatan ketegangan diplomatik antara Argentina dan Inggris terkait klaim atas kepulauan tersebut.

Rencana sanksi ini disampaikan langsung oleh Milei melalui pidato kenegaraan resmi yang disiarkan di stasiun televisi nasional. Pemerintah Argentina memandang eksplorasi minyak di Falkland sebagai ancaman terhadap kepentingan nasional. Milei menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan berbagai cara demi mempertahankan wilayah yang dinamai Argentina sebagai Kepulauan Malvinas tersebut.

1. Argentina siapkan RUU dan perluas target sanksi

Presiden Argentina, Javier Milei dan CEO Tesla, Elon Musk. (Vox España, CC0, via Wikimedia Commons)

Milei menyatakan segera mengajukan draf rancangan undang-undang (RUU) pertahanan kedaulatan nasional kepada Kongres Argentina. Regulasi ini dirancang untuk memperberat ancaman hukuman finansial bagi entitas bisnis yang beroperasi tanpa persetujuan Buenos Aires di Falkland.

Sanksi tidak hanya menyasar korporasi pengelola, tetapi juga menjangkau para pemegang saham, dewan direksi, dan kontraktor pemasok. Seluruh entitas yang mendukung proyek pengeboran tersebut akan dilarang menjalankan bisnis di daratan Argentina.

Pemerintah Argentina juga mempersiapkan penerbitan dekret presiden demi mempercepat proses hukum berdasarkan Undang-Undang 26.659. Milei menilai operasi sepihak di kawasan sengketa telah melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Jika kita tidak bertindak cepat, dalam beberapa bulan mereka akan memiliki kapasitas material untuk mengakses minyak yang berada di bawah laut kita," kata Milei, dilansir The Independent.

2. Inggris-Israel mulai kembangkan proyek Sea Lion

ilustrasi pengeboran minyak (unsplash.com/Sheng Hu)

Argentina-Inggris kembali tegang di tengah perkembangan proyek lepas pantai Sea Lion yang berada sekitar 225 kilometer di utara kepulauan. Proyek ini dikembangkan oleh perusahaan Inggris, Rockhopper Exploration, bersama mitra konsorsium Navitas Petroleum asal Israel.

Ladang minyak Sea Lion diperkirakan menyimpan potensi cadangan mencapai 1,7 miliar barel minyak mentah. Navitas Petroleum bahkan telah memulai penggarapan infrastruktur penunjang di lokasi, termasuk pembangunan dermaga, landasan helikopter, serta fasilitas tempat tinggal pekerja.

Merespons pergerakan proyek tersebut, Milei memutuskan menambah alokasi anggaran darurat bagi Kementerian Pertahanan Argentina. Anggaran ini akan digunakan untuk mempercepat pembangunan pangkalan angkatan laut terpadu di Provinsi Tierra del Fuego yang dekat dengan Kepulauan Falkland.

3. Inggris tegaskan akan melindungi Kepulauan Falkland

ilustrasi bendera Inggris (unsplash.com/simon frederick)

Pemerintah Inggris mengecam rencana sanksi dan menegaskan komitmen mereka untuk melindungi Kepulauan Falkland. Kantor Perdana Menteri Inggris menyatakan warga kepulauan memiliki hak menentukan nasib sendiri, termasuk wewenang mengelola sumber daya alam mereka.

Sikap London berpegang pada referendum 2013, saat 99,8 persen pemilih sepakat tetap menjadi wilayah seberang laut Inggris. Namun, Argentina menolak keabsahan referendum tersebut dengan dalih bahwa komposisi warga kepulauan merupakan penduduk yang didatangkan pemerintah kolonial Inggris.

"Pernyataan Milei semalam memberi tahu kita lebih banyak tentang politik dalam negeri Argentina daripada tentang Kepulauan Falkland," tutur Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting, dilansir BBC.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article