Jerman Tingkatkan Keamanan Siber dan Antidrone Cegah Ancaman Rusia

- Jerman berencana memperkuat pertahanan menghadapi serangan hybrid Rusia setelah insiden drone dekat pesawat kargo Ukraina di Bandara Leipzig/Halle.
- Pemerintah akan melindungi pusat transportasi dan kantor pemerintahan melalui pertahanan drone, akses deteksi bagi perusahaan listrik serta pertahanan, dan sistem siber nasional cyberdome.
- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menolak tuduhan keterlibatan Rusia, serta menyebut pernyataan Jerman tentang penguatan militer sebagai deklarasi perang.
Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri Jerman, Alexander Dobrindt, pada Minggu (6/9/2026), mengungkapkan rencana untuk meningkatkan pertahanan dalam melawan serangan hybrid Rusia. Pernyataan ini disampaikan usai gagalnya serangan drone di bandara Jerman.
Pekan lalu, Jerman menuding Rusia ada di balik serangan drone di Bandara Leipzig/Halle. Drone itu diketahui terbang di dekat pesawat kargo Ukraina yang parkir di bandara bagian timur Jerman tersebut.
1. Sebut Rusia akan tingkatkan serangan hybrid ke Jerman

ilustrasi bendera Jerman (pexels.com/luna-groothedde) Dobrindt mengatakan bahwa serangan hybrid Rusia ke Jerman akan meningkat, terutama berdampak pada bandara dan sabotase infrastruktur vital. Dengan itu, Jerman harus meningkatkan pertahanan diri agar tidak terdampak serangan hybrid Rusia.
Dalam majalah Bild yang dilansir DPA International, pemerintah Jerman sudah berencana meningkatkan pertahanan drone dan anti-hacker. Nantinya, wilayah udara Jerman, terutama di pusat transportasi, bandara, stasiun kereta api, dan kantor pemerintahan di Berlin akan terlindungi.
2. Jerman akan terjunkan pertahanan drone

ilustrasi drone (unsplash.com/jeisblack) Dalam kesempatan yang sama, Dobrindt mengatakan bahwa drone polisi akan diterjunkan untuk meningkatkan kapabilitas pertahanan. Selain itu, perusahaan operasional listrik dan pertahanan akan diberikan akses untuk mendeteksi drone dan mencegahnya masuk.
Dilansir TVP World, pemerintah setempat akan membuat perlindungan nasional atau dinamai cyberdome. Langkah ini didesain untuk mendeteksi dan mengadang upaya serangan siber asing di Jerman.
3. Rusia sebut tuduhan serangan drone sama dengan memulai perang

Bendera Rusia. (pixabay.com/michel_van_der_vegt) Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov tolak tuduhan Jerman kepada Rusia soal keterlibatan dalam serangan drone di Leipzig. Menurutnya, tuduhan itu sama dengan memulai sebuah peperangan yang sebenarnya.
“Semua pernyataan yang disampaikan PM Jerman, Friedrich Merz soal membuat Jerman menjadi kekuatan militer terbesar di Eropa sekali lagi. Maka itu sama dengan mendeklarasikan perang kepada kami,” tuturnya, dikutip dari The Moscow Times.





















