pasukan Garda Revolusi Iran (Mehr News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Penolakan Iran untuk bekerja sama dalam investigasi terorisme masa lalu menjadi dasar tambahan pengusiran Tehrani. Argentina hingga kini belum bisa menuntaskan kasus pengeboman pusat komunitas Yahudi AMIA yang terjadi pada tahun 1994.
Tragedi berdarah tersebut menewaskan 85 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Dua tahun sebelumnya, serangan bom serupa juga menghantam Kedutaan Besar Israel di Buenos Aires dan merenggut 29 nyawa.
Pengadilan Argentina telah menyimpulkan bahwa kedua serangan mematikan tersebut dirancang oleh petinggi rezim Iran dan dieksekusi oleh IRGC. Namun, pihak Iran terus membantah keterlibatannya dan menolak menyerahkan para tersangka.
Kemarahan Argentina semakin memuncak setelah tersangka utama bom AMIA, Ahmad Vahidi, diangkat menjadi panglima tertinggi IRGC. Argentina akhirnya secara resmi memasukkan IRGC ke dalam daftar entitas teroris pada 31 Maret.
"Presiden Javier Milei berharap keputusan ini akan melunasi utang sejarah lebih dari 30 tahun kepada keluarga korban," ungkap kantor kepresidenan Argentina, dilansir Iran International.