Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Liburan Terakhir Satu Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Liburan Terakhir Satu Keluarga di Glamping Posong Temanggung
ilustrasi glamping (unsplash.com/Jane Le)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Empat anggota keluarga asal Ambarawa ditemukan meninggal di tenda glamping Posong, Temanggung, setelah menginap sejak malam sebelumnya dan tidak merespons saat waktu check out.
  • Polisi menemukan alat pemanggang, kompor gas portabel, serta bahan makanan di lokasi dan mengamankan sejumlah barang milik korban untuk penyelidikan lebih lanjut.
  • Penyebab kematian masih diselidiki dengan dua dugaan utama, yaitu keracunan makanan atau paparan gas berbahaya; hasil labfor forensik masih ditunggu untuk kepastian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Tak ada yang menyangka jika liburan satu keluarga beranggotakan empat orang, yaitu MAM (52) dan M (43) yang bekerja sebagai pedagang serta dua anak mereka yang masih berstatus pelajar berinisial AEH (17) dan BAH (21) di kawasan glamping Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Rabu (27/5/2026) jadi liburan terakhir mereka bersama-sama.

Di tempat liburan tersebut, satu keluarga itu meregang nyawa bersama tanpa diduga. Polisi pun masih menyelidiki dan menunggu hasil laboratorium forensik (labfor) untuk mengungkap penyebab kematian mereka.

Bagaimana peristiwa mengenaskan itu terjadi?

1. Keluarga tiba pada malam hari dan menginap di kawasan glamping

Rangkuman Kasus Kematian Satu Keluarga di Glamping Posong Temanggung
Wisata Alam Posong di Temanggung (https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/)

Empat korban yang merupakan pasangan suami istri dan dua orang anak ini berasal dari Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Mereka tiba di kawasan wisata Posong pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Mereka menginap di kawasan glamping dan dijadwalkan check out pada keesokan harinya. 

2. Petugas mendatangi tenda saat waktu check out

Rangkuman Kasus Kematian Satu Keluarga di Glamping Posong Temanggung
ilustrasi petugas hotel (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Tak ada yang memperhatikan bagaimana aktivitas mereka sejak datang ke lokasi glamping dan menikmati liburan yang sudah dipersiapkan. Semua berubah ketika pada Rabu, sekitar pukul 11.30 WIB, petugas tempat wisata bernama Zaki mendatangi tenda untuk melakukan pembersihan sekaligus mengingatkan waktu check out. 

Zaki mencoba memanggil dan mengetuk tenda tempat mereka bermukim. Namun hingga beberapa saat, dia tidak mendapatkan respons dari dalam tenda. Dia juga sempat mengira bahwa tamu masih beristirahat sehingga dia meninggalkan lokasi.


3. Korban ditemukan meninggal dunia pada sore hari

Rangkuman Kasus Kematian Satu Keluarga di Glamping Posong Temanggung
Ilustrasi lapor polisi. (Dok. Polda Jabar)

Zaki kemudian kembali mendatangi tenda sekitar pukul 15.45 WIB dan mengetuk pintu berulang kali, tetapi para penghuni di dalam tenda itu belum juga keluar.

Karena tidak mendapatkan jawaban dari dalam, akhirnya Zaki membuka tenda secara paksa. Dia terkejut karena menemukan keempat korban sudah meninggal dunia dalam kondisi tubuh kaku.

Kejadian tak terduga itu kemudian dilaporkan ke Polres Temanggung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

4. Polisi melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang

Rangkuman Kasus Kematian Satu Keluarga di Glamping Posong Temanggung
Ilustrasi penyelidikan polisi (IDN Times/Arief Rahmat)

Setelah menerima laporan, Satreskrim bersama Tim Inafis Polres Temanggung pun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan alat pemanggang barbeque, kompor gas portabel, tungku pembakaran briket, serta sejumlah bahan makanan yang dibawa korban dari rumah. Polisi juga mengamankan lima unit ponsel, sebuah mobil, dan kamera milik korban.

Selain itu, ditemukan sisa makanan berupa daging, sosis, sayuran, dan nasi putih yang diduga sempat dimasak sebelum kejadian.

5. Dugaan keracunan makanan atau paparan gas

Rangkuman Kasus Kematian Satu Keluarga di Glamping Posong Temanggung
ilustrasi gas beracun (freepik.com/freepik)

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi mendalami dua kemungkinan penyebab kematian para korban.

Dugaan pertama adalah keracunan makanan yang dibawa dan dikonsumsi korban selama berada di lokasi glamping. Dugaan kedua mengarah pada paparan gas berbahaya, termasuk kemungkinan gas karbon monoksida yang berasal dari penggunaan alat pembakaran atau kompor portabel.

Polisi juga menemukan pintu tenda dan ventilasi di kedua sisi dalam kondisi tertutup rapat saat korban ditemukan.

6. Polisi masih menunggu hasil laboratorium forensik

Rangkuman Kasus Kematian Satu Keluarga di Glamping Posong Temanggung
ilustrasi tim forensik (pexels.com/cottonbro studio)

Untuk memastikan penyebab kematian, polisi telah melakukan autopsi dan mengambil sejumlah sampel dari lokasi kejadian.

Sampel makanan, peralatan yang digunakan korban, serta sampel biologis kini diperiksa di laboratorium forensik. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab pasti kematian empat anggota keluarga tersebut.

Hingga kini, polisi masih menunggu hasil laboratorium yang akan dijadikan sebagai petunjuk kematian para korban.

"Ada beberapa sampel yang diambil untuk diteliti lebih lanjut. Hasil pemeriksaan labfor ini nantinya akan menjadi petunjuk mutlak tentang penyebab kematian mereka," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Nasir Anwar.

Share Article
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More