Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AS Gelar Operasi Rahasia 4 Bulan Basmi Ranjau Iran di Selat Hormuz
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/European Space Agency)
  • Angkatan Laut AS dilaporkan menjalankan operasi rahasia selama empat bulan untuk menyingkirkan ranjau Iran di Selat Hormuz, yang jumlahnya mencapai sekitar 80 pada Juni.
  • Operasi tetap berlangsung di tengah saling serang AS-Iran, melibatkan penyelam ahli, kapal, dan robot bawah laut untuk mendeteksi ranjau yang lokasi penyebarannya tidak diketahui.
  • Ranjau membuat kapal komersial dan tanker enggan melintas, sementara Donald Trump mengklaim Selat Hormuz telah bersih serta memperingatkan penghancuran otomatis terhadap pemasangan ranjau baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pasukan angkatan laut (AL) Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah menggelar operasi militer rahasia selama 4 bulan untuk membasmi seluruh ranjau laut yang dipasang Iran di sekitar Selat Hormuz. Kabar itu disampaikan oleh Financial Times pada Minggu (6/9/2026).

Dalam laporannya, Financial Times menyebut AL AS membutuhkan waktu lama untuk membasmi ranjau Iran di Selat Hormuz karena jumlahnya cukup banyak. Pada Juni saja, jumlah ranjau Iran di selat tersebut dikabarkan mencapai 80 buah. Operasi pembasmian ranjau ini juga makin sulit karena ranjau-ranjau tersebut disebar di lokasi yang tidak diketahui oleh militer AS. 

1. Pembasmian ranjau dilakukan di tengah aksi saling serang dengan Iran

ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Menurut seorang sumber militer AS, pembasmian ranjau ini dilakukan bahkan di tengah aksi saling serang antara AS dan Iran. Saat bentrokan kedua negara kembali meletus pada pekan lalu, Washington juga masih melakukan pembasmian ranjau Iran yang ada di Selat Hormuz.

Sumber tersebut mengatakan, AL AS menggunakan anggota mereka yang ahli menyelam untuk menemukan ranjau Iran di Selat Hormuz. Untuk menelusuri sebaran ranjau Iran di selat tersebut, mereka juga dibantu oleh kapal dan sejumlah robot bawah laut yang khusus digunakan untuk mendeteksi keberadaan ranjau. 

2. AS ingin membuat Selat Hormuz bebas dari ranjau Iran

potret ranjau laut (commons.wikimedia.org/The wub)

Semua langkah tadi dilakukan semata-mata hanya karena AS ingin membuat Selat Hormuz bebas dari ranjau Iran. Sebab, ranjau-ranjau yang dipasang negara mayoritas Islam Syiah itu telah membuat kapal-kapal komersial, termasuk kapal tanker minyak, enggan berlayar di Selat Hormuz. Inilah yang lantas membuat jumlah lalu lintas kapal di selat tersebut sempat menurun drastis. 

Penurunan jumlah pelayaran kapal di Selat Hormuz tadi sempat memicu kekhawatiran global akan kenaikan harga minyak. Sebab, jika kapal tanker enggan berlayar di selat tersebut, maka pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global akan terganggu sehingga harganya bisa naik.

3. Donald Trump mengklaim Selat Hormuz sudah bersih dari ranjau Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menandatangani dokumen perintah eksekutif di Gedung Putih pada 20 Januari 2025. (commons.wikimedia.org/The Trump White House)

Menurut Presiden AS, Donald Trump, pada 25 Agustus lalu, Selat Hormuz kini sudah bersih dari ranjau Iran. Oleh karena itu, ia menjamin semua kapal kini bisa berlayar di Selat Hormuz dengan bebas dan aman. Selain itu, Trump ketika itu juga mengatakan bahwa selat tersebut kini sudah sepenuhnya dikuasai AS. Oleh karena itu, Iran tidak boleh lagi mengontrol lalu lintas kapal di sana. 

"Semua ranjau telah disingkirkan dan atau diledakkan dari dalam perairan internasional Selat Hormuz. Iran telah diberitahu bahwa setiap kapal atau perahu yang memasang ranjau baru akan segera dan secara otomatis dihancurkan. Kebijakan tanpa toleransi terhadap penempatan ranjau diberlakukan sepenuhnya," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, seperti dikutip Jerusalem Post.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article