Jakarta, IDN Times – Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan militer ke Iran untuk malam ketiga berturut-turut pada Selasa (14/7/2026). Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengatakan pasukannya berhasil menghantam sejumlah target militer di seluruh Iran, termasuk di Bushehr, Chah Bahar, Jask, Konarak, Abu Musa, dan Bandar Abbas, dalam operasi yang berlangsung selama lima jam.
CENTCOM menyebut serangan tersebut menargetkan sistem pertahanan pantai Iran, lokasi rudal dan drone, serta berbagai kemampuan maritim negara Teluk tersebut. Menurut militer AS, operasi tersebut bertujuan untuk terus melemahkan kemampuan Teheran dalam menyerang kapal-kapal komersial dan mengancam pelayaran di Selat Hormuz.
"Kami menyerang mereka dengan sangat keras. Dan itu akan terus berlanjut, dan kita akan lihat apa yang terjadi. Kami melumpuhkan semua kemampuan ofensif mereka dan kami mengendalikan selat. Kami memberlakukan kembali blokade," ungkap Presiden AS, Donald Trump.
Meski konflik kembali memanas, Trump mengatakan peluang tercapainya kesepakatan damai masih terbuka. Pemimpin Negeri Paman Sam itu menilai nota kesepahaman yang disepakati AS-Iran pada bulan lalu hanya menjadi ujian bagi Teheran, dikutip dari Euronews.
