Jakarta, IDN Times – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyebut perundingan perdagangan bilateral dengan India hampir mencapai kesepakatan, dengan hanya beberapa poin yang masih perlu disesuaikan. Rubio juga menyoroti kemajuan kolaborasi pertahanan dan nuklir sipil, sekaligus mengapresiasi upaya New Delhi dalam memperluas sumber energi yang menunjukkan perkembangan substansial.
Selain mendorong diversifikasi energi, Rubio menawarkan minyak Venezuela untuk memenuhi kebutuhan kilang India. Meski pasokan tersebut tak akan mampu menutup seluruh kekurangan minyak global, ia menilai India memiliki kapasitas penyulingan yang kuat untuk mengolah minyak mentah berat dan berencana mengunjungi kilang Jamnagar milik Reliance Industries yang mampu memproses 1,4 juta barel per hari.
Rubio menilai pasokan energi berkaitan erat dengan keamanan nasional dan stabilitas ekonomi.
“Energi berkaitan dengan keamanan nasional. Negara-negara berperang memperebutkan energi, ekonomi runtuh karena kekurangan energi. Kami akan pergi melihat sebuah perusahaan yang memiliki kemampuan penyulingan yang sangat besar. Sangat masuk akal bagi kami untuk membicarakannya dengan mereka,” kata Rubio, dikutip Hindustan Times.
