Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

19 Orang Tewas Terinjak-injak di Festival Hindu India

4 min read
19 Orang Tewas Terinjak-injak di Festival Hindu India
perayaan Durga Puja di Bengala Barat, India, pada 2021 (SayandeepDutta, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)
  • Desak-desakan saat festival Durga Puja di Girish Park, Kolkata, Sabtu malam, menewaskan 19 orang termasuk bocah tujuh tahun dan melukai 25 pengunjung.
  • Hujan deras memicu kepanikan ribuan peziarah yang berebut berteduh dan keluar dari paviliun melalui area sempit, hingga banyak orang terjatuh lalu terinjak-injak.
  • Polisi menahan penyelenggara dan petugas keamanan, menyita CCTV, serta membentuk tim investigasi khusus; pemerintah pusat menyiapkan kompensasi dan dukungan medis bagi korban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Insiden desak-desakan terjadi saat perayaan festival umat Hindu, Durga Puja, di Kota Kolkata, Negara Bagian Benggala Barat, India pada Sabtu (17/10/2026) malam. Tragedi di bagian timur India tersebut menewaskan 19 orang dan melukai 25 pengunjung lainnya.

Ketua Menteri Benggala Barat, Suvendu Adhikari, awalnya melaporkan 17 korban jiwa sebelum angkanya bertambah menjadi 19 orang, termasuk seorang bocah perempuan berusia tujuh tahun. Para korban luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit dan Perguruan Tinggi Medis Kolkata serta sejumlah fasilitas kesehatan lainnya untuk menjalani perawatan. Sejauh ini, petugas baru mengidentifikasi enam jenazah dan telah menyerahkan sembilan jasad kepada pihak keluarga.

  1. 1. Hujan deras memicu kepanikan massa di sekitar paviliun

    ilustrasi bendera India
    ilustrasi bendera India. (unsplash.com/Naveed Ahmed)

    Peristiwa mematikan ini bermula saat hujan deras tiba-tiba mengguyur kawasan Girish Park pada malam hari. Ribuan peziarah yang memadati area festival panik lalu bergegas mencari tempat berteduh di sekitar pandal, paviliun sementara tempat penyimpanan patung Dewi Durga. Kepadatan massa semakin parah di pintu keluar karena banyak pengunjung berusaha meninggalkan lokasi bersamaan.

    Rekaman video sebelum kejadian memperlihatkan antrean besar pengunjung di gang-gang sempit yang hanya muat dilalui beberapa orang sekaligus. Seorang pejabat senior kepolisian di lokasi kejadian menyebutkan, sebuah pengumuman saat hujan turun turut memicu keributan di tengah kerumunan. Massa di luar paviliun saling dorong, menarik, dan merangsek maju hingga banyak peziarah terjatuh ke jalan lalu terinjak-injak.

    Petugas medis mengevakuasi para korban luka menggunakan tandu menuju rumah sakit setempat, termasuk seorang anggota polisi yang turut terluka. Di lokasi kejadian dan rumah sakit, keluarga korban tampak menangis dan saling berpelukan meratapi kerabat mereka yang tewas.

    "Ini adalah insiden tragis. Para korban luka telah dibawa ke berbagai rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," kata Menteri Negara Bagian Benggala Barat, Umesh Rai, dilansir ABC News.

  2. 2. Polisi menahan penyelenggara dan petugas keamanan

    ilustrasi borgol
    ilustrasi borgol (unsplash.com/niuniu)

    Kepolisian setempat telah menahan sejumlah penyelenggara paviliun, petugas keamanan swasta, serta staf yang bertugas saat insiden berlangsung. Aparat juga menyita rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi festival untuk mengusut dugaan kelalaian manajemen kerumunan dan standar keselamatan. Pihak berwenang berjanji akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti gagal menjalankan tanggung jawab pengendalian massa.

    Selain penyelidikan kepolisian, Suvendu Adhikari mengumumkan pembentukan tim investigasi khusus untuk menyelidiki insiden tersebut. Tim ini akan dipimpin oleh seorang hakim dari pengadilan tinggi negara bagian. Buntut dari tragedi ini, otoritas setempat mengimbau pengelola di beberapa lokasi paviliun terpadat dari total 3.500 paviliun Durga Puja di penjuru Kolkata untuk menutup sementara akses bagi pengunjung.

    Pemerintah pusat turut merespons tragedi ini melalui pemberian kompensasi bagi korban dan penyediaan fasilitas medis yang dipastikan oleh Menteri Dalam Negeri India, Amit Shah. Kantor Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengumumkan santunan sebesar 200 ribu rupee (sekitar Rp38 juta) bagi keluarga korban tewas dan 50 ribu rupee (sekitar Rp9,5 juta) untuk setiap korban luka.

    "Tragedi desak-desakan di Kolkata sangat menyedihkan. Belasungkawa untuk keluarga yang ditinggalkan dan semoga korban luka cepat pulih," tulis Modi di media sosial X, dilansir Al Jazeera.

  3. 3. Tragedi kerumunan kerap berulang di berbagai acara massal India

    Kecelakaan mematikan akibat kepadatan massa kerap terjadi dalam berbagai acara besar di India, terutama pada festival keagamaan. Buruknya manajemen kerumunan serta lemahnya penerapan protokol keselamatan menjadi pemicu utama berulangnya tragedi serupa dari tahun ke tahun.

    Pada 2025, insiden desak-desakan di festival keagamaan Kumbh Mela menewaskan 30 orang dan melukai sejumlah peziarah lainnya. Di tahun yang sama, 36 orang tewas terinjak-injak saat menghadiri kampanye seorang politisi sekaligus aktor populer di Negara Bagian Tamil Nadu.

    Tragedi serupa pada 2025 juga menewaskan 11 penggemar kriket di Kota Bengaluru saat merayakan gelar juara perdana tim lokal mereka dalam ajang Liga Primer India. Setahun sebelumnya, pada 2024, sebanyak 121 orang kehilangan nyawa akibat berdesak-desakan dalam sebuah pertemuan keagamaan Hindu di Negara Bagian Uttar Pradesh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More