Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AS Serang Iran 36 Jam Nonstop, Trump Klaim Operasi Militer Terbesar
potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (whitehouse.gov)
  • Donald Trump mengumumkan Operation Epic Fury, serangan militer besar selama 36 jam yang menargetkan ratusan fasilitas militer Iran, termasuk Garda Revolusi dan sistem pertahanan udara.
  • Trump menyebut struktur komando militer Iran runtuh setelah kematian pemimpin tertinggi negara itu, sementara tiga personel AS dilaporkan tewas dalam operasi tersebut.
  • Ia menegaskan ancaman senjata nuklir Iran terhadap keamanan global dan mengklaim Amerika kini menjadi negara terkaya serta paling kuat di dunia berkat kekuatan militernya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan peluncuran operasi militer besar-besaran bertajuk Operation Epic Fury, yang diklaim sebagai salah satu ofensif paling kompleks dan dahsyat dalam sejarah modern.

Dalam pernyataan resmi, Trump menyebut selama 36 jam terakhir AS bersama mitra-mitranya, telah menggempur ratusan target di Iran. Sasaran serangan mencakup fasilitas Islamic Revolutionary Guard Corps, serta sistem pertahanan udara negara tersebut.

“Belum pernah ada yang melihat hal seperti ini. Kami telah menyerang ratusan target di Iran, termasuk fasilitas Garda Revolusi dan sistem pertahanan udara Iran;" klaim Trump dalam akun X pribadinya, Senin (2/3/2026).

1. Struktur komando militer Iran diklaim telah runtuh

Menurut Trump, pengumuman kematian pemimpin tertinggi Iran memicu perayaan di sejumlah wilayah negara itu. Ia juga menyatakan struktur komando militer Iran telah runtuh, dan sebagian pihak disebut tengah mengupayakan negosiasi untuk menyerah serta meminta kekebalan hukum.

Di sisi lain, Trump mengungkapkan, United States Central Command (Centcom) melaporkan tiga personel militer AS tewas dalam tugas pada hari yang sama. Ia menyampaikan duka cita atas kematian prajurit tersebut, dan menyebut mereka sebagai patriot yang telah memberikan pengorbanan tertinggi bagi negara.

“Kami berdoa untuk kesembuhan penuh bagi yang terluka, dan mengirimkan cinta serta rasa terima kasih abadi kepada keluarga para pahlawan yang gugur,” ujarnya.

2. Rezim Iran dipersenjatai rudal jarak jauh dan senjata nuklir jadi ancaman serius bagi keamanan warga Amerika

Trump mengakui kemungkinan masih ada korban tambahan sebelum operasi berakhir. Namun, ia menegaskan, AS akan membalas setiap serangan dan memberikan pukulan keras terhadap pihak yang disebutnya sebagai 'teroris' yang mengancam peradaban.

Trump juga menyebut rezim Iran yang dipersenjatai rudal jarak jauh dan senjata nuklir, menjadi ancaman serius bagi keamanan warga Amerika dan stabilitas global.

"Kami tidak dapat membiarkan negara yang membina pasukan teroris memiliki senjata semacam itu, yang akan memungkinkan mereka memeras dunia sesuai kehendak jahat mereka. Itu tidak akan kami biarkan terjadi tidak pada kami, dan tidak pada siapa pun," katanya.

3. Trump juga klim Amerika jadi negara terkaya dan paling kuat di dunia

Menurut Trump, Amerika kini kembali menjadi negara terkaya dan paling kuat di dunia, jauh melampaui negara-negara lain.

"Satu-satunya alasan kita menikmati kualitas hidup, kebebasan, dan keamanan adalah karena kita telah melakukan hal-hal yang tidak mampu dilakukan oleh pihak lain. Semua itu karena para prajurit yang bersedia mempertaruhkan nyawa untuk melawan musuh kita, dan mereka bertempur lebih baik daripada siapa pun," kata Trump.

Editorial Team