AS Tarik Pesawat Bomber dari Inggris, Ada Apa?

- AS menarik seluruh pembom jarak jauh B-1 dari RAF Fairford, Inggris, ke Amerika Serikat setelah muncul ancaman terorisme terhadap pesawat tempurnya.
- Pemindahan ini dinilai tidak biasa karena Washington umumnya merelokasi pesawat ke pangkalan lain; Kementerian Pertahanan Inggris tidak memberikan komentar.
- Polisi Inggris menangkap terduga keenam terkait insiden Fairford, sementara penyelidikan belum menemukan alat peledak, hanya sejumlah bahan bakar dalam van.
Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) memutuskan menarik seluruh pesawat pembom jarak jauh dari pangkalan udara di Inggris pada Minggu (4/10/2026). Keputusan ini untuk menghindari ancaman terorisme yang menyasar pesawat tempurnya di Inggris.
Sebelumnya, Inggris sempat menangkap lima terduga teroris yang diduga menanam alat peledak di Pangkalan Udara RAF di Fairford. Namun, kelimanya dibebaskan bersyarat setelah belum ditemukan bukti alat peledak.
1. Pesawat pengebom direlokasi ke AS

ilustrasi pesawat tempur Amerika Serikat (unsplash.com/johntorcasio) AS mengakui bahwa pihaknya memang merelokasi pesawat pengebom B-1 dari pangkalan di Inggris kembali ke AS. Namun, tidak menjelaskan secara detail di balik keputusan pemindahan pesawat tersebut.
Dilansir CNN, keputusan memindahkan pesawat pembom dari pangkalan Inggris ke AS ini tidak biasa. Umumnya, Washington akan memindahkan pesawat tempurnya ke pangkalan di kawasan lain, tapi tidak kembali ke AS.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Inggris menolak memberikan komentar terkait masalah ini. Selama ini, AS sudah menggunakan pangkalan udara Fairford untuk melancarkan serangan udara ke Iran.
2. Sebut tidak berdampak pada kemampuan AU AS

ilustrasi pesawat tempur AS (unsplash.com/lumin_osity) Menanggapi penarikan pesawat pembom AS ini, sejumlah pejabat AS menekankan bahwa tidak ada pengurangan kapabilitas militer. Menurutnya, kemampuan Angkatan Udara (AU) AS untuk menyasar target di luar negeri tidak berubah.
“Personal yang beroperasi di dalam pesawat pembom, termasuk B-1s, B-2s dan B-52s tetap mampu menyasar target yang sangat presisi. Mereka dapat diluncurkan dari teritori AS ke mana pun dan di mana pun,” terangnya, dikutip dari Financial Times.
3. Inggris tangkap orang keenam dalam dugaan terorisme

ilustrasi bendera Inggris Raya (pexels.com/mikebird) Sehari sebelumnya, Polisi Anti-Terorisme Inggris (CTP) mengatakan berhasil menangkap orang keenam yang diduga terlibat dalam insiden di Fairford. Terduga pelaku diketahui berusia 25 tahun dan memiliki kewarganegaraan ganda Inggris dan Iran.
“Investigasi ini sangat kompleks. Tim khusus sudah diterjunkan untuk menginterogasi sejumlah orang. Kami akan mencari semua sisi sebisa mungkin, termasuk dugaan keterlibatan pemerintah asing,” tuturnya, dikutip dari DPA International.
Hingga kini, investigator baru menemukan sejumlah bahan bakar. Namun, tidak ada bukti alat peledak yang ditemukan di dalam mobil van yang awalnya menimbulkan kekhawatiran soal terorisme.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















