Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Atap Sekolah Runtuh di Pakistan, 34 Siswa dan Seorang Guru Tewas

3 min read
Atap Sekolah Runtuh di Pakistan, 34 Siswa dan Seorang Guru Tewas
ilustrasi bangunan runtuh (unsplash.com/Nadiia Ganzhyi)
  • Atap sekolah swasta Al-Khair di Peshawar runtuh setelah hujan deras, menewaskan 34 siswa berusia 6–14 tahun dan seorang guru, serta melukai sekitar 50 anak.
  • Petugas penyelamat dan warga mengevakuasi anak-anak dari reruntuhan; beberapa korban luka berada dalam kondisi kritis setelah insiden saat kegiatan belajar dimulai pukul 08.48.
  • Pemilik sekolah ditahan karena diduga memakai material di bawah standar, sementara gubernur memerintahkan audit keselamatan seluruh sekolah setelah keluarga korban menuduh pihak sekolah mengabaikan kondisi bangunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 34 siswa dan seorang guru tewas setelah atap sebuah sekolah di kota Peshawar, Pakistan, runtuh pada Kamis (15/10/2026) pagi. Puluhan orang lainnya juga mengalami luka-luka, dengan beberapa di antaranya kritis.

Dilansir CNN, Bilal Ahmed dari layanan penyelamatan setempat mengatakan bahwa hujan deras yang mengguyur sepanjang malam menyebabkan atap bangunan dua lantai di sekolah swasta Al-Khair menjadi tidak stabil hingga akhirnya ambruk. Insiden tersebut terjadi pada pukul 08.48 waktu setempat saat kegiatan belajar mengajar dimulai.

  1. 1. Anak-anak yang tewas berusia 6-14 tahun

    ilustrasi penjagaan polisi (unsplash.com/David Trinks)
    ilustrasi penjagaan polisi (unsplash.com/David Trinks)

    Menurut Rumah Sakit Lady Reading, tempat para korban dibawa, anak-anak yang meninggal dunia berusia antara 6 hingga 14 tahun. Seorang guru perempuan berusia 25 tahun juga termasuk di antara korban tewas. Sementara itu, sekitar 50 anak mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

    Dilansir BBC, seorang guru bahasa Inggris dari sekolah lainnya mengatakan bahwa ia dan warga setempat bergegas ke lokasi kejadian setelah mendengar suara sirene dan ambulans. Bersama-sama, mereka berhasil mengevakuasi lebih dari 20 anak dari balik reruntuhan.

    "Saya sendiri mengevakuasi enam anak dengan tangan saya. Sebagian besar dari mereka masih hidup dan bisa berbicara. Namun, belakangan diketahui bahwa mereka telah meninggal dunia," ujarnya.

    Sohail, seorang warga setempat, mengatakan bahwa ia dan warganya lain berupaya mengeluarkan anak-anak yang terjebak di bawah reruntuhan dengan menggunakan sekop.

  2. 2. Pemilik sekolah ditangkap atas dugaan penggunaan material konstruksi di bawah standar

    ilustrasi penangkapan (pexels.com/)
    ilustrasi penangkapan (pexels.com/)

    Dilansir Geo News, seorang penyidik kepolisian mengungkapkan bahwa material yang digunakan dalam pembangunan sekolah tersebut tidak memenuhi standar. Pemilik sekolah telah ditahan atas dugaan penggunaan material konstruksi yang di bawah standar.

    Akibat insiden itu, Gubernur Khyber Pakhtunkhwa, Faisal Karim Kundi, memerintahkan audit keselamatan di seluruh sekolah di provinsi tersebut untuk mengidentifikasi risiko bangunan ambruk. Ia juga meminta agar langkah-langkah perbaikan segera dilakukan jika ditemukan masalah.

    "Kita tidak boleh membiarkan keselamatan anak-anak kita terancam," ujarnya.

  3. 3. Keluarga korban tuduh pihak sekolah abai terhadap kondisi bangunan

    ilustrasi bangunan hancur
    ilustrasi bangunan hancur (unsplash.com/Jose Antonio Gallego Vázquez)

    Keluarga korban yang tewas dalam insiden tersebut meluapkan kemarahan dan menuntut pertanggungjawaban. Mereka menuding pihak sekolah mengabaikan kekhawatiran terkait kondisi bangunan.

    “Jadikan mereka sebagai contoh dan beri pelajaran kepada semua orang agar tidak ada lagi yang berani membuka sekolah hanya demi mencari keuntungan tanpa menyediakan fasilitas yang layak,” kata Mohammad Zaman, yang kehilangan dua keponakannya dalam insiden tersebut.

    Insiden bangunan runtuh merupakan masalah yang kerap terjadi di Pakistan. Standar konstruksi di negara tersebut sering kali tidak ditegakkan secara ketat dan banyak bangunan didirikan menggunakan material yang tidak memenuhi standar. Pada Juni 2026, sedikitnya 14 anak tewas setelah atap sebuah tempat bimbingan belajar swasta di dekat kota Lahore runtuh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More