Jakarta, IDN Times - Pemerintah Australia mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dengan Indonesia melalui perluasan perdagangan kakao dan produk turunannya. Peluang tersebut menjadi salah satu fokus dalam peluncuran Katalis 2.0 sebagai kelanjutan program kerja sama ekonomi di bawah Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).
Wakil Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Matt Thistlethwaite mengatakan, Australia memiliki tingkat konsumsi cokelat yang tinggi, tetapi masih bergantung pada impor karena produksi kakao dalam negeri terbatas.
Ia menyebut Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki peluang besar untuk memperluas akses pasar kakao ke Australia karena merupakan salah satu produsen kakao terbesar di kawasan dan masuk dalam jajaran produsen terbesar dunia.
“Seperti yang Anda ketahui, kami juga mengimpor beberapa kakao, cocoa butter, dan pasta kakao dari Indonesia. Kami ingin melakukannya lebih banyak lagi karena Indonesia merupakan salah satu produsen biji kakao terbesar di kawasan dan terbesar keenam di dunia,” ujar Thistlethwaite saat peluncuran Katalis 2.0 di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, peningkatan perdagangan kakao menjadi bagian dari hubungan ekonomi Indonesia dan Australia yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan terus berkembang melalui IA-CEPA.
