ilustrasi peta Asia Tenggara (unsplash.com/Z)
Di bawah aturan baru yang diumumkan pemerintah, sebagian besar mahasiswa internasional serta pemegang visa lulusan tidak lagi diizinkan membawa anggota keluarga atau tanggungan ke Australia. Namun, larangan tersebut tidak berlaku bagi mahasiswa yang berasal dari negara-negara anggota ASEAN dan kawasan Pasifik. Pengecualian terbatas lainnya juga diberikan bagi mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan jenjang doktoral.
Chief Executive Officer International Education Association of Australia (IEAA), Phil Honeywood, menerangkan bahwa dispensasi bagi kawasan tetangga ini merupakan bagian dari diplomasi regional. “Bagian dari kebijakan strategis regional pemerintah untuk memberikan pengaturan kebijakan yang mendukung bagi tetangga kita di kawasan,” ucap Honeywood seperti dilaporkan The Straits Times. Berdasarkan data pemerintah pada paruh pertama 2026, Australia telah menerbitkan 337.427 visa pelajar dengan 45.991 di antaranya dialokasikan untuk keluarga atau tanggungan.
Kebijakan anyar ini diperkirakan memberikan dampak signifikan bagi pemohon visa dari luar kawasan yang dikecualikan, terutama wilayah Asia Selatan. Dilansir The PIE News, lebih dari 70 persen visa tanggungan pelajar yang disetujui di luar negeri pada tahun fiskal lalu berasal dari Nepal, Bangladesh, Bhutan, India, dan Sri Lanka. Kendati demikian, pemerintah memastikan bahwa warga asing yang sudah memegang visa pelajar bersama keluarga di Australia tidak akan terdampak oleh aturan pembatasan ini.