Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bandara Riyadh Diserang, AS dan Inggris Imbau Warga Jauhi Lokasi
Ilustrasi bandara (Unsplash.com/Lai Man Nung)
  • Kedutaan Besar AS dan Inggris mengimbau warga negaranya menjauhi Bandara Internasional King Khalid di Riyadh setelah ancaman dan insiden serangan pada 10 Oktober 2026.
  • Ledakan sekitar pukul 15.00 waktu setempat memicu kepanikan, meruntuhkan plafon dekat pintu keberangkatan, melukai sejumlah orang, serta membuat penumpang dievakuasi dan ambulans dikerahkan.
  • Situasi darurat membatalkan sedikitnya 225 penerbangan dalam 24 jam; sejumlah maskapai menghentikan atau mengalihkan layanan, sementara staf pemerintah AS dibatasi pergerakannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Inggris di Arab Saudi mengeluarkan peringatan darurat bagi warga negara mereka pada Sabtu (10/10/2026). Kedua perwakilan diplomatik tersebut meminta warganya untuk menjauhi Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menyusul adanya kabar terkait ancaman serangan.

Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan warga serta mengantisipasi potensi gangguan penerbangan di Riyadh. Pihak diplomatik kedua negara terus memantau perkembangan situasi secara ketat setelah bandara tersebut menghadapi ancaman keamanan.

1. Kedutaan Besar AS batasi pergerakan staf dan imbau warga jauhi Bandara Riyadh

Pesawat ERJ-170 Saudi Arabian Airlines di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh (DearEdward from New York, NY, USA, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh meminta warganya untuk tidak mendekati bandara demi menjaga keselamatan. Pihak kedutaan juga memperingatkan potensi pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara secara tiba-tiba, serta gangguan perjalanan lainnya. Warga diminta memeriksa langsung status jadwal penerbangan mereka kepada pihak maskapai atau pengelola bandara.

Selain itu, pihak kedutaan membatasi pergerakan seluruh pegawai pemerintah Amerika Serikat di Arab Saudi. Para staf wajib memiliki izin khusus sebelum bepergian ke bandara dan dilarang berada dalam radius 20 mil dari perbatasan Yaman.

"Kami mengetahui adanya serangan di Bandara Internasional King Khalid dan meminta seluruh warga AS untuk menjauhi area bandara," jelas Duta Besar AS, Michael Ratney, dilansir NDTV.

2. Peringatan Kedutaan Besar Inggris setelah insiden ledakan di Bandara Riyadh

Ilustrasi Bandara Internasional King Khalid yang terletak di ibu kota Riyadh, Arab Saudi. (Dokumentasi Bandara Riyadh)

Kedutaan Besar Inggris juga mengeluarkan peringatan serupa setelah insiden di bandara tersebut. Duta Besar Inggris, Neil Crompton, mengimbau warganya agar tetap berhati-hati.

"Menyusul insiden berbahaya di Bandara Internasional King Khalid pada 10 Oktober sekitar pukul 15.00 waktu setempat, kami menyarankan warga Inggris untuk menjauhi area bandara sampai kondisi aman dan selalu mengikuti arahan otoritas Arab Saudi," ungkapnya.

Kejadian tersebut membuat para calon penumpang yang sedang menunggu di ruang keberangkatan panik. Plafon di dekat pintu keberangkatan bahkan runtuh akibat guncangan ledakan hingga melukai sejumlah orang. Petugas keamanan langsung mengevakuasi para penumpang dari lokasi kejadian, sementara puluhan ambulans bergegas datang untuk merawat korban yang terluka.

3. Ratusan penerbangan internasional di Bandara Riyadh dibatalkan akibat situasi darurat

ilustrasi suasana kota Riyadh (pexels.com/Ahmed Shahwan)

Kondisi darurat ini mengacaukan jadwal penerbangan internasional, dengan sedikitnya 225 penerbangan dibatalkan dalam waktu 24 jam. Maskapai Kuwait Airways dan Air India Express langsung membatalkan layanan mereka, sementara sejumlah maskapai global lainnya mengalihkan pendaratan ke bandara alternatif demi keselamatan para penumpang.

Menanggapi serangan terhadap fasilitas umum tersebut, pihak militer koalisi menyatakan siap mengambil tindakan tegas. Juru Bicara Pasukan Koalisi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, menegaskan bahwa pihak penyerang harus bertanggung jawab atas aksi tersebut.

"Serangan kelompok Houthi terhadap warga dan fasilitas umum di Bandara King Khalid serta Bandara Abha tidak akan dibiarkan tanpa hukuman," tegasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article