Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bandara Riyadh Diserang, Otoritas Saudi: 12 Tewas dan 309 Luka-luka

3 min read
Bandara Riyadh Diserang, Otoritas Saudi: 12 Tewas dan 309 Luka-luka
Pesawat ERJ-170 Saudi Arabian Airlines di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh (DearEdward from New York, NY, USA, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, menewaskan 12 orang dari beberapa negara dan melukai 309 lainnya; rudal dilaporkan menghantam terminal domestik 3 dan 4.
  • Operasional bandara dihentikan sementara hingga tengah malam, memicu sedikitnya 291 pembatalan penerbangan, pengalihan rute, serta penangguhan layanan sejumlah maskapai menuju dan dari Riyadh.
  • AS mengecam serangan dan mengevaluasi kemungkinan bergabung dengan Saudi melawan Houthi; kelompok itu belum mengklaim serangan Sabtu, tetapi sebelumnya mengaku menyerang bandara yang sama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 12 orang tewas dan 309 orang lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah serangan menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026) waktu setempat. Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi mengonfirmasi jumlah korban jiwa tersebut mencakup warga dari beberapa negara, termasuk seorang warga negara Amerika Serikat.

Insiden ini terjadi di tengah peningkatan ketegangan kawasan menyusul rangkaian serangan rudal dan drone lintas batas yang dilancarkan milisi Houthi terhadap fasilitas infrastruktur Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. Otoritas bandara langsung menangguhkan seluruh aktivitas penerbangan untuk melakukan penilaian kerusakan darurat dan memverifikasi keselamatan fasilitas.

  1. 1. Rincian korban jiwa dan hantaman rudal di terminal domestik

    Ilustrasi serangan rudal
    Ilustrasi serangan rudal (pexels.com/Edu Raw)

    Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi menyatakan korban tewas terdiri dari empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga asal Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. Berdasarkan laporan TRT World, tim medis darurat telah mengevakuasi 309 korban luka ke rumah sakit terdekat di Riyadh. Beberapa korban luka tersebut dilaporkan masih berada dalam kondisi kritis.

    Serangan tersebut menyebabkan kerusakan fisik yang cukup besar pada fasilitas terminal bandara. Seorang pejabat regional yang berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang memberikan keterangan kepada publik mengungkapkan bahwa sebuah rudal menghantam kompleks terminal 3 dan 4 untuk penerbangan domestik. Tim teknis di lokasi kejadian terus melanjutkan inspeksi untuk memastikan tingkat kerusakan secara menyeluruh.

  2. 2. Penangguhan penerbangan dan dampak gangguan rute kawasan

    ilustrasi menara pengawas bandara
    ilustrasi menara pengawas bandara (unsplash.com/Johannes Heel)

    Operasional penerbangan di Bandara Internasional King Khalid dihentikan sementara segera setelah serangan terjadi. Berdasarkan pemberitahuan resmi untuk kru pesawat, penghentian operasional diberlakukan hingga Sabtu tengah malam. Selama masa penutupan, bandara dijaga ketat oleh aparat kepolisian dengan seluruh pintu masuk ditutup, dan lampu di sekitar kompleks bandara diredupkan.

    Data situs pelacak penerbangan FlightAware mencatat sedikitnya 291 jadwal penerbangan di Riyadh dibatalkan dalam rentang 24 jam terakhir, sementara situs pelacak Flightradar24 melaporkan sejumlah penerbangan dialihkan ke lokasi lain. Maskapai Kuwait Airways membatalkan seluruh jadwal penerbangan hari Sabtu menuju dan dari Riyadh. Sebelum serangan terbaru terjadi, sejumlah maskapai lain seperti Air India, FlyDubai, Lufthansa Group, dan Pakistan International Airlines telah menangguhkan penerbangan dari dan menuju Riyadh serta bandara Arab Saudi lainnya untuk rentang waktu yang bervariasi.

  3. 3. Pernyataan Amerika Serikat dan dinamika klaim tanggung jawab

    Presiden AS Donald Trump
    Presiden AS Donald Trump (Marc Nozell from Merrimack, New Hampshire, USA, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pihak pemerintahannya sedang mengevaluasi kemungkinan untuk bergabung dalam serangan Saudi terhadap milisi Houthi. "Kami mungkin melakukannya. Kami akan memeriksanya. Kami baru saja mengetahui tentang serangan terbaru tersebut, jadi kami akan mengambil keputusan, kami bergerak sangat cepat," kata Trump kepada para jurnalis. Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan kepada CBS News bahwa pemerintah berada dalam kontak erat dengan mitra-mitra mereka di Arab Saudi.

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengecam keras insiden tersebut melalui media sosial dan menuduh kelompok Houthi bertanggung jawab. "Amerika Serikat mengecam keras serangan baru-baru ini terhadap Kerajaan Arab Saudi oleh teroris Houthi, termasuk serangan hari ini di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang merenggut banyak nyawa tidak berdosa, termasuk seorang warga negara Amerika Serikat," tulis Rubio. Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Yaman Hans Grundberg menyebut serangan itu sebagai eskalasi berbahaya yang menjadi ancaman besar bagi keamanan regional.

    Kelompok Houthi sejauh ini belum mengklaim tanggung jawab atas serangan pada hari Sabtu, meski sebelumnya mengklaim serangan pada awal pekan yang menewaskan tiga warga Saudi, termasuk seorang pilot, di bandara yang sama. Pihak Houthi pada hari Sabtu justru menuduh Arab Saudi menyerang bandara internasional di ibu kota Yaman, Sanaa. Terkait serangan sebelumnya pada hari Kamis, dua pejabat regional anonim menyebut tiga pesawat mengalami kerusakan, namun maskapai nasional Arab Saudi menyatakan hanya satu pesawat kosong di darat yang mengalami kerusakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More