Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Banjir Bandang Terjang Afghanistan, 20 Orang Tewas
ilustrasi banjir bandang (pexels.com/Magda Ehlers)
  • Banjir bandang melanda Provinsi Nuristan, Afghanistan, menewaskan sekitar 20 orang dan membuat lebih dari 100 warga hilang serta puluhan lainnya luka-luka.
  • Kota Parun menjadi wilayah paling terdampak dengan banyak bangunan rusak, sementara tim penyelamat dikerahkan untuk mencari korban termasuk Wali Kota yang masih hilang.
  • Hujan deras dan deforestasi parah disebut sebagai penyebab utama banjir, memperburuk kondisi lingkungan di Nuristan yang dulunya merupakan taman nasional hijau Afghanistan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Banjir bandang dikabarkan menerjang sejumlah wilayah di Provinsi Nuristan, salah satu provinsi yang ada di Afghanistan timur laut, pada Senin (20/7/2026). Sejauh ini, bencana tersebut dikabarkan sudah menewaskan sekitar 20 orang, sedangkan 105 lainnya masih dinyatakan hilang. 

Menurut Pemerintah Afghanistan, banjir ini juga melukai sekitar 80 orang. Semua korban luka kini sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Juru Bicara Pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, menambahkan jumlah korban tewas imbas banjir ini juga diperkirakan akan bertambah. 

1. Parun menjadi wilayah yang paling terdampak banjir

ilustrasi banjir bandang (pexels.com/Lam Tran)

Otoritas Manajemen Kebencanaan Afghanistan mengatakan, wilayah yang paling terdampak banjir adalah Ibu Kota Provinsi Nuristan, Parun. Di kota tersebut, ada banyak bangunan dan fasilitas publik yang rusak parah usai diterjang banjir. Beberapa di antaranya, seperti bangunan toko dan rumah warga. Dilansir The Guardian, 105 korban hilang akibat banjir ini juga berasal dari Parun.  

Mujahid menambahkan, pihaknya kini sudah menerjunkan petugas penyelamat untuk mencari semua korban yang hilang. Berdasarkan keterangan Gubernur Provinsi Nuristan, Feraidon Samim, salah satu korban yang kini masih hilang merupakan Wali Kota Parun. Oleh karena itu, petugas penyelamat diminta bekerja ekstra keras untuk menemukan sang wali kota.  

2. Intensitas hujan di Afghanistan sedang tinggi

ilustrasi hujan lebat (unsplash.com/A A)

Saat ini, intensitas hujan di Afghanistan sedang tinggi. Inilah yang menjadi sebab utama banjir bandang di Nuristan. Bencana ini kemudian diperparah dengan maraknya deforestasi yang terjadi di provinsi tersebut. Selain memperparah bencana banjir, deforestasi juga membuat sejumlah wilayah di Nuristan mengalami kekeringan akut. 

“Masalah lingkungan telah sangat memengaruhi rakyat Afghanistan dan telah berkontribusi pada krisis kemanusiaan di negara tersebut," jelas Kepala Badan Perlindungan Lingkungan Afghanistan, Matiul Haq Khalis, seperti dikutip The Guardian.

3. Nuristan pernah ditunjuk sebagai taman nasional di Afghanistan

potret wilayah hutan di Provinsi Nuristan, Pakistan (commons.wikimedia.org/Abdul Qahar Nuristan)

Nuristan sendiri sebetulnya merupakan wilayah terhijauh yang ada di Afghanistan. Di sana, ada banyak hutan hijau yang menyumbang oksigen bagi penduduk sekitar. Dilansir BBC, inilah yang membuat Nuristan ditunjuk menjadi salah satu wilayah taman nasional di Afghanistan pada 2020 silam.

Sayangnya, kondisi lingkungan di Nuristan kini sudah berubah total. Sebab, area hijau di provinsi tersebut kini sudah banyak mengalami deforestasi. Pembukaan lahan dan penebangan pohon untuk kebutuhan industri menjadi alasan mengapa deforestasi begitu marak di sana.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article