Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BGN Investigasi Keracunan MBG di Batang, Kepala SPPG Dicopot

3 min read
BGN Investigasi Keracunan MBG di Batang, Kepala SPPG Dicopot
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana. (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • BGN menghentikan sementara SPPG Batang Bawang dan mencopot kepala SPPG setelah ratusan penerima manfaat MBG terdampak.

  • Pemeriksaan awal menemukan ketidakpatuhan SOP pengolahan telur dan kondisi kebersihan yang perlu mendapat perhatian.

  • Hingga Kamis pukul 03.00 WIB, 219 orang terdampak dan mendapat penanganan di tujuh fasilitas kesehatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batang Bawang, Jawa Tengah usai ratusan orang penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) keracunan pada Rabu (23/9/2026).

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan, SPPG Batang Bawang dihentikan sementara dengan kategori suspend berat untuk selanjutnya dilakukan investigasi lebih lanjut.

“ Kami sudah melakukan suspend dengan katagori berat serta mencopot Kepala SPPG Bawang, disamping adanya pelanggaran SOP oleh dapur juga ada sebagian dibawa pulang oleh penerima manfaat yang juga merupakan pelanggaran berat sehingga kita juga akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, serta melakukan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait,” ujar Ketut dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/9/2026).

  1. 1. Telur dimasak 19.30 dan dipanaskan kembali pukul 02.30 WIB

    Tiga siswi menerima infus di ranjang perawatan setelah mengeluh mual usai menyantap makanan program MBG.
    Tiga siswi diinfus setelah mengeluh mual-mual usai makan MBG. (IDN Times/Dok P2P Dinkes Jateng)

    Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan adanya sejumlah ketidakpatuhan terhadap SOP, termasuk waktu pengolahan telur yang dilakukan lebih awal pukul 19.30 WIB sebelum dipanaskan kembali pada pukul 02.30 WIB.

    Selain itu, ditemukan pula kondisi kebersihan pada beberapa bagian SPPG yang perlu mendapat perhatian. Temuan tersebut masih menjadi bagian dari proses investigasi dan belum menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab kejadian.

    “Kami sedang menelusuri seluruh proses, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pemorsian hingga distribusi. Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh pemeriksaan selesai. Semua harus berdasarkan fakta dan hasil investigasi,” ujar Ketut.

  2. 2. BGN berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Batang

    MBG Watch lakukan aksi di depan BGN, Jumat (11/9/2026).
    MBG Watch lakukan aksi di depan BGN, Jumat (11/9/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    BGN juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Batang, fasilitas kesehatan, serta Tim Satgas MBG Kabupaten Batang untuk memastikan penanganan penerima manfaat dan proses investigasi berjalan secara terpadu.

    BGN akan mengevaluasi hasil pemeriksaan untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap SPPG tersebut, termasuk tindakan sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran terhadap standar keamanan pangan dan operasional.

    “Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi BGN. Kami akan memastikan proses penanganannya berjalan sampai tuntas dan menjadikan hasil investigasi sebagai dasar untuk melakukan perbaikan. Keamanan pangan tidak boleh dikompromikan. Apabila ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Ketut.

  3. 3. Sebanyak 219 orang alami keracunan MBG di Batang

    Koalisi  masyarakat sipil yang tergabung dalam MBG Watch segel Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).
    Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam MBG Watch segel Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Berdasarkan laporan, hingga Kamis pukul 03.00 WIB, tercatat 219 orang menjadi korban keracunan MBG di Batang, dengan rincian 132 orang menjalani rawat inap dan 87 orang menjalani rawat jalan di tujuh fasilitas kesehatan. Data tersebut masih terus diperbarui sesuai hasil pendataan dan koordinasi di lapangan.

    Ketut menyampaikan keprihatinannya kepada para penerima manfaat MBG tersebut. Ketut mengatakan, keselamatan merupakan prioritas utama dan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan pangan harus segera ditangani.

    “Kami menyampaikan keprihatinan dan empati kepada seluruh penerima manfaat dan keluarga yang terdampak. kami pastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak mendapatkan penanganan dengan baik dan kondisi mereka terus dipantau,” ujar Ketut.

    BGN memastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak telah mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More