Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Banjir Thailand Genangi 29 Provinsi, 2,6 Juta Warga Terdampak

3 min read
Banjir Thailand Genangi 29 Provinsi, 2,6 Juta Warga Terdampak
ilustrasi bendera Thailand (pexels.com/Markus Winkler)
  • Banjir sejak 16 September masih merendam 29 provinsi dan Bangkok, berdampak pada lebih 2,6 juta warga dari 940.300 rumah tangga, dengan 23 korban jiwa.
  • Bangkok terdampak banjir parah sejak 25 September; sekitar 700.000 penduduk terkena genangan, empat orang meninggal, sementara 233 penampungan dan pompa air dioperasikan.
  • Pelepasan Bendungan Chao Phraya diperkirakan menaikkan muka air hilir hingga 1,70 meter; hujan dan banjir juga menewaskan warga di Myanmar serta India.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Laporan Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand pada Selasa (29/9/2026) menunjukkan bencana banjir masih merendam 29 provinsi dan ibu kota Bangkok. Bencana banjir yang melanda sejak Rabu (16/9/2026) tersebut secara kumulatif telah merenggut 23 korban jiwa dan berdampak pada lebih dari 2,6 juta orang.

Genangan air aktif tercatat masih melanda 167 distrik, 890 subdistrik, dan 5.077 desa yang mencakup 940.300 rumah tangga. Di sejumlah wilayah terdampak parah seperti Bangkok, otoritas penanggulangan bencana bersama aparat gabungan dan relawan terus mengerahkan pompa air serta menyiapkan penanganan darurat bagi warga.

  1. 1. Puluhan provinsi masih tergenang dan 23 orang tewas

    ilustrasi banjir
    ilustrasi banjir (pexels.com/Pok Rie)

    Berdasarkan laporan situasi Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand (DDPM) yang dilansir The Nation Thailand, banjir melanda 2.602.309 jiwa dari 940.300 rumah tangga di Thailand. Secara keseluruhan, sebanyak 42 provinsi dan Bangkok pernah mengalami banjir sejak Rabu (16/9/2026). Hingga Selasa (29/9/2026) pukul 06.00 waktu setempat, genangan air masih aktif bertahan di 29 provinsi serta wilayah ibu kota.

    DDPM mengonfirmasi akumulasi korban meninggal dunia di seluruh negeri bertambah menjadi 23 orang tanpa ada laporan korban luka. Kondisi ketinggian air dilaporkan meningkat di 14 provinsi, stabil di enam provinsi dan Bangkok, serta menurun di sembilan provinsi lainnya. Samut Prakan mencatat jumlah warga terdampak terbesar secara nasional dengan 818.862 jiwa dan delapan korban meninggal, meski ketinggian air di wilayah itu mulai turun.

  2. 2. Ratusan ribu penduduk Bangkok terkena imbas luapan air

    potret anak-anak Thailand berenang di tengah banjir
    potret anak-anak Thailand berenang di tengah banjir (DANIEL JULIE, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

    Banjir parah melanda Bangkok sejak Jumat (25/9/2026) setelah hujan lebat terus mengguyur wilayah metropolitan tersebut. Sebanyak 329.000 rumah tangga atau sekitar 700.000 penduduk terkena imbas genangan air. Bencana di ibu kota ini menelan empat korban jiwa, sementara otoritas tidak mencatat adanya korban luka maupun korban hilang.

    Operasi penanganan banjir di ibu kota melibatkan Administrasi Metropolitan Bangkok, DDPM, Departemen Drainase dan Pembuangan Limbah, militer, polisi, serta relawan. Petugas gabungan telah membuka 233 tempat penampungan sementara, mengoperasikan pompa air guna mempercepat pembuangan genangan, dan mengatur arus lalu lintas di jalan yang tergenang. Sementara itu, ketinggian air banjir di Bangkok saat ini berada dalam status stabil.

  3. 3. Pelepasan Bendungan Chao Phraya picu peringatan luapan

    Bendungan Chao Phrayah
    Bendungan Chao Phrayah (Kim Ludvigsen, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Komando Pencegahan dan Mitigasi Bencana Pusat menerbitkan peringatan kelima untuk wilayah lembah Sungai Chao Phraya. Peringatan tersebut ditujukan kepada instansi pemerintah, komunitas bantaran, serta pelaku usaha tepi sungai seperti restoran rakit dan proyek konstruksi. Pengelola Bendungan Chao Phraya diperkirakan mengalirkan air sebesar 1.500 hingga 2.000 meter kubik per detik selama satu sampai sembilan hari ke depan.

    Pelepasan debit air waduk itu diperkirakan dapat menaikkan permukaan sungai di kawasan hilir sebesar 0,70 hingga 1,70 meter. Departemen Meteorologi Thailand mencatat curah hujan tertinggi di kawasan Bangkok dan sekitarnya dalam rentang 24 jam hingga Selasa (29/9/2026) pukul 01.00 terjadi di Bandara Suvarnabhumi, Distrik Bang Phli, Samut Prakan, dengan intensitas mencapai 42,4 milimeter.

  4. 4. Hujan lebat timbulkan korban jiwa di India dan Myanmar

    ilustrasi hujan
    ilustrasi hujan (pexels.com/Rain Photography)

    Dampak cuaca ekstrem tidak hanya dirasakan di Thailand, melainkan juga menewaskan warga di India dan Myanmar. Dilansir Anadolu Agency, total korban meninggal dunia di ketiga negara Asia tersebut mencapai sedikitnya 130 orang akibat hujan lebat dan banjir. Di Myanmar bagian selatan, banjir dan tanah longsor di Wilayah Tanintharyi menewaskan sedikitnya 26 orang serta menyebabkan 30 orang hilang, dengan wilayah paling terdampak meliputi kota praja Thayetchaung, Launglon, dan Dawei.

    Di India bagian utara, sebanyak 81 orang tewas dan 62 orang luka-luka di Negara Bagian Uttar Pradesh antara Jumat (25/9/2026) dan Minggu (27/9/2026). Negara bagian tersebut mencatat curah hujan rata-rata 66,5 milimeter dalam 48 jam—yakni 775 persen melampaui angka normal 7,6 milimeter—dengan 56 dari total 75 distrik mencatatkan curah hujan berkategori "sangat berlebih" (large excess). Luapan air dan hujan deras tersebut merusak 2.254 rumah serta menewaskan 154 hewan ternak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More