ilustrasi pengadilan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
Kampanye penggalangan dana internasional yang dijalankan Alzaq diduga beroperasi lintas negara mencakup Amerika Serikat dan Prancis, dengan rekan konspirator di Prancis yang membantu mengumpulkan serta mentransfer uang. Di Amerika Serikat, dua bersaudara asal Louisiana, Abdel Adhami dan Omar Adhami, baru-baru ini ditangkap atas tuduhan kejahatan terorisme federal serta penipuan kawat (wire fraud). Berdasarkan laporan The New York Post, Abdel dituduh melakukan pembayaran lebih dari 83 ribu dolar AS atau setara Rp1,48 miliar sejak 2023 hingga 2026, sedangkan Omar mengirimkan 6.000 dolar AS atau setara Rp107,29 juta. Sementara itu, laporan CBS News mencatat kedua bersaudara tersebut secara keseluruhan diduga menyumbang sekitar 105 ribu dolar AS atau setara Rp1,88 miliar.
Penyelidikan mendapati bahwa kedua bersaudara tersebut memakai istilah sandi bread atau roti untuk merujuk pada uang tunai maupun para pejuang Hamas. Dalam komunikasi Snapchat pada Januari 2024 yang dikutip dokumen pengadilan, Alzaq merujuk pada donasi tersebut dengan menyatakan, "Beberapa dari mereka menerima roti, segala puji bagi Tuhan". Abdel juga dituduh memakai berbagai akun Snapchat untuk menyebarkan propaganda Hamas, meminta donasi, dan mengarahkan pengguna ke akun Telegram yang mempromosikan propaganda Hamas serta Jihad Islam Palestina.
Selain kedua bersaudara asal Louisiana, seorang pria asal Florida diduga memberikan hampir 50 ribu dolar AS atau setara Rp894,05 juta kepada jaringan tersebut. Dokumen dakwaan turut membeberkan bahwa Alzaq menasihati para donatur agar tidak menyebut referensi Hamas guna mencegah pemblokiran akun keuangan. Pada Oktober 2024, Alzaq menginstruksikan para pengikutnya agar tidak menuliskan kalimat "Free Palestine" atau "long live Hamas" pada donasi ke akun PayPal miliknya.