Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BGN Wacanakan Makan Bergizi Gratis di Arab Saudi, Sasar 1.408 Siswa
Ilustrasi MBG. (IDNTimes/Tunggul Damarjat)
  • BGN mewacanakan program Makan Bergizi Gratis di Arab Saudi sebagai proyek percontohan luar negeri, menargetkan 1.408 siswa di Sekolah Indonesia Jeddah dan Makkah.
  • Estimasi biaya harian program mencapai lebih dari Rp132 juta karena harga bahan baku di Arab Saudi jauh lebih tinggi dibanding Indonesia, sementara mekanisme pendanaan dan audit masih belum dijabarkan.
  • Pelaksanaan wacana ini masih menunggu pembahasan lintas kementerian serta persetujuan Presiden, dengan mempertimbangkan aspek hukum, diplomatik, dan koordinasi antarinstansi terkait.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jeddah, IDN Times — Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) mewacanakan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di luar negeri, dengan Arab Saudi sebagai proyek percontohan pertama. Wacana ini muncul setelah kunjungan Kepala BGN, Dadan Hindayana, ke Sekolah Indonesia Jeddah pada Minggu (31/5/2026).

1. Klaim MBG dinantikan oleh siswa di Jeddah

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindaya dan istri ditemui di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, saat hendak pulang ke Indonesia usai melaksanakan haji (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Dalam kunjungan tersebut, Dadan mengklaim sekitar 100 siswa dan 56 guru, yang hadir di hari libur, menyampaikan permintaan agar program MBG turut diimplementasikan bagi anak-anak pekerja migran dan diaspora di Jeddah.

"Mereka sangat well-informed dengan informasi yang ada di Indonesia terkait dengan MBG. Kelihatannya mereka sebagai warga negara Indonesia merasa memiliki hak yang sama, dan menginginkan juga program ini dilaksanakan di sana," kata Dadan saat ditemui di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah seusai menuntaskan ibadah haji.

Berdasarkan data BGN, target sasaran di Arab Saudi mencapai 1.408 siswa, yang terbagi atas 1.008 siswa di Sekolah Indonesia Jeddah dan sekitar 400 siswa di Makkah. Ke depannya, Dadan juga mewacanakan perluasan program ini bagi anak-anak pekerja migran di perkebunan Malaysia.

Terkait penyediaannya, BGN berencana menggandeng pengusaha diaspora Indonesia di Jeddah untuk membentuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dadan menyatakan bahwa menu makanan akan disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku lokal di Arab Saudi.

2. Belum ada perincian rencana dan anggaran

Dapur MBG milik Yayasan Assalam di Kecamatan Bendo harus berhenti beroperasi akibat urusan administeasi. IDN Times/Riyanto.

Rencana ekspansi MBG ke luar negeri ini diproyeksikan membutuhkan penyesuaian standar anggaran yang signifikan. Sebagai gambaran, jika target alokasi MBG di Indonesia berkisar di angka Rp15.000 per porsi, harga rata-rata bahan baku untuk satu porsi makanan standar di Arab Saudi berada di kisaran 15 hingga 20 Riyal (sekitar Rp70.000 hingga Rp94.000 dengan kurs 1 SAR = Rp4.720).

Dengan target awal 1.408 siswa di Arab Saudi, estimasi kebutuhan dana harian bisa menembus lebih dari Rp132 juta per hari, belum termasuk biaya operasional, pembangunan SPPG, dan logistik.

Terkait pembiayaan, Dadan sempat menyinggung rencana pembentukan joint account (rekening bersama) antara BGN dan mitra pengusaha di Saudi. Namun, Dadan belum mendetail perihal mekanisme pengawasan dana APBN lintas negara tersebut, serta bagaimana audit pertanggungjawabannya kelak.

Selain itu, Dadan belum merinci perihal regulasi hukum dan perizinan diplomatik dari otoritas Arab Saudi terkait pembentukan unit pelayanan dan aliran dana dari instansi pemerintah asing ke wilayah kedaulatan mereka.

3. Masih butuh pembahasan lintas birokrasi

Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Serangan. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Dadan menegaskan bahwa eksekusi wacana ini masih harus menunggu proses birokrasi dan pembahasan lintas kementerian di Jakarta, yang mencakup Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran.

"Tergantung nanti setelah saya pulang. Lapor dulu (ke Presiden), saya tidak berani mendahului," pungkas Dadan.

Secara nasional, program MBG merupakan salah satu kebijakan dengan alokasi jumbo. Merujuk pada postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN), pemerintah telah menetapkan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk pelaksanaan MBG di tahun 2025. Pada 2026, anggaran MBG membengkak menjadi Rp268 triliun. Hingga April 2026, realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp75 triliun dengan penerima manfaat mencapai 62 juta orang yang menyasar jutaan siswa, balita, dan ibu hamil di Indonesia secara bertahap.

Editorial Team

Related Article