Jakarta, IDN Times - Rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memblokade kapal Iran di Selat Hormuz langsung mengguncang pasar global. Harga minyak melonjak lebih dari 8 persen, sementara harga gas alam naik hingga 17 persen pada perdagangan awal Asia.
Kebijakan ini muncul di tengah upaya Washington mencari jalan keluar dari konflik dengan Iran yang telah berlangsung lebih dari enam pekan. Namun, langkah tersebut justru memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas ekonomi global.
Situasi semakin rumit karena potensi terjadinya dua blokade sekaligus di jalur vital tersebut oleh Iran dan Amerika Serikat. Kondisi ini meningkatkan risiko bagi pelayaran internasional, termasuk lonjakan biaya asuransi dan ancaman keselamatan awak kapal.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Gangguan di wilayah ini berpotensi menimbulkan dampak luas, tidak hanya bagi kawasan Timur Tengah, tetapi juga ekonomi global.
