Kedua, Prabowo ke Prancis pada 23-24 Januari 2026 dalam agenda pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Keduanya membahas sejumlah kerja sama dalam jamuan makan malam privat. Ketiga, Presiden Prabowo bertemu Presiden Prancis di Istana Élysée, Paris, pada 14 April 2026.
Sudah Kembali ke Tanah Air, Apa yang Prabowo Lakukan di Prancis?

- Presiden Prabowo menjalani kunjungan kenegaraan ke Prancis atas undangan Emmanuel Macron, membahas kerja sama strategis di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, riset, dan perjanjian ekonomi Indonesia-Uni Eropa.
- Dalam pertemuan bilateral, keduanya juga menyinggung isu global seperti konflik Timur Tengah dan Ukraina; Macron memuji sikap Indonesia yang konsisten mendukung perdamaian serta pengakuan terhadap Palestina.
- Selain menghadiri peluncuran Dewan Bisnis Indonesia-Prancis dengan kesepakatan senilai 3,5 miliar dolar AS, Prabowo juga salat Iduladha bersama diaspora Indonesia di Paris dan dorong pembelajaran bahasa Prancis di sekolah.
Jakarta, IDN TIMES - Publik sempat menyoroti Presiden Prabowo Subianto yang menjalani salat Idul Adha 1447 Hijriah di Paris, Prancis, alih-alih di Indonesia. Momen itu terjadi karena Prabowo tengah menjalani kunjungan kenegaraan ke Prancis atas undangan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Menurut Menteri Luar Negeri, Sugiono, undangan dari Presiden Macron sempat tertunda saat pertama kali disampaikan Macron secara langsung ketika dia berkunjung ke Indonesia pada bulan April lalu. Hal itu karena waktu pelaksanaan belum sesuai.
“Ini adalah undangan dari Presiden Macron yang sebenarnya sempat tertunda,” ujar dia.
Prabowo bertolak ke Prancis pada Senin (25/5/2026) malam. Pada Sabtu (30/5/2026, Prabowo sudah kembali dari Prancis dan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Berdasarkan pantauan YouTube Sekretariat Kabinet, Prabowo tiba sekitar pukul 10.20 WIB.
Lalu, apa yang Prabowo lakukan selama di Prancis?
1. Bertemu Macron dan bahas kerja sama strategis

Di Prancis, Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Macron di Istana Élysée, Prancis, Kamis (29/5/2026) untuk membahas berbagai isu penting hingga kerja sama Indonesia-Prancis.
Mulai dari kerja sama pada bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, riset, dan pelaksanaan perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).
“Hari ini saya kira akan membahas beberapa isu-isu penting. Kerja sama di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, research, dan pelaksanaan perjanjian Indonesia European Union CEPA. Kami terima kasih dukungan Presiden Macron untuk mempercepat perkembangan ini,” kata Prabowo.
Dalam pertemuan itu, Macron menyebut Indonesia sebagai mitra strategis penting bagi Prancis di kawasan Indo-Pasifik.
“Indonesia adalah mitra penting strategis dari Indo-Pasifik dan saya yakin ini juga bagian dari keyakinan Bapak Prabowo,” ujar Macron.
2. Bahas isu Palestina dan konflik global

Tak hanya urusan bilateral, Prabowo dan Macron juga bertukar pandangan soal berbagai isu internasional, termasuk konflik di Timur Tengah, perang Ukraina, hingga situasi keamanan kawasan Asia Tenggara.
Macron bahkan memberikan apresiasi terhadap sikap Indonesia yang mendukung perdamaian dan pengakuan terhadap Palestina.
“Saya ingin memberi penghormatan mengenai posisi Bapak yang sangat berani untuk perdamaian di Timur Tengah, dan juga untuk pengakuan Palestina. Saya juga ingin memberi penghormatan atas keterlibatan tentara Bapak untuk terus bertindak untuk perdamaian kedaulatan Lebanon,” kata Macron.
3. Prabowo dorong sekolah pelajari Bahasa Prancis

Prabowo juga sempat mengatakan, dia telah menginstruksikan sekolah-sekolah di Indonesia untuk mulai mempelajari bahasa Prancis.
Menurut dia, langkah tersebut penting untuk menghadapi perkembangan dunia di masa depan.
“Sekarang, saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan,” kata dia.
4. Menghadiri peluncuran Dewan Bisnis Indonesia-Prancis

Prabowo dan Macron juga menghadiri peluncuran France-Indonesia High Level Business Council atau Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis dalam rangka kunjungan kenegaraan pada Kamis.
Forum itu mempertemukan 30 pemimpin perusahaan dari kedua negara untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kolaborasi strategis yang saling menguntungkan.
"Forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani dalam keterangan tertulis Sekretariat Presiden, Jumat, 29 Mei 2026.
Dari dewan bisnis tersebut lahir empat kesepakatan komersial baru dengan nilai mencapai 3,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp57 triliun. Kesepakatan itu mencakup sektor energi, perdagangan, dan pertahanan.
5. Salat Idul Adha bersama diaspora Indonesia di Paris

Sehari sebelumnya, pada Rabu (27/5/2026), Prabowo melaksanakan salat Idul Adha di Wisma Indonesia, KBRI Paris, bersama lebih dari 500 WNI dan diaspora Indonesia yang berada di Prancis.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya dalam unggahan di akun instagram @sekretariat.kabinet
"Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idul Adha 1447 H bersama lebih dari 500 WNI dan diaspora Indonesia bertempat di halaman Wisma Indonesia, Prancis, pada Rabu, 27 Mei 2026, pada pukul 09.00 waktu setempat (14.00 WIB)," tulis Teddy dalam unggahan di akun Instagram @sekretariat.kabinet.
Setelah salat, kata Teddy, Prabowo juga menyempatkan diri bersilaturahmi dan menyapa warga Indonesia yang hadir.
"Momen ini menjadi ruang silaturahmi yang mempererat kebersamaan warga negara Indonesia di perantauan, dalam suasana penuh kekhidmatan," kata dia.
Ini adalah keempat kalinya Prabowo ke Prancis. Sebelumnya, Prabowo sudah tiga kali ke Prancis selama menjadi Presiden RI. Pertama, Prabowo ke Prancis pada pada 13-15 Juli 2025 dengan menghadiri parade militer Hari Bastille sebagai tamu kehormatan. Pada agenda ini, TNI juga mengirimkan kontingennya untuk ikut serta pada parade militer itu.














