Ukraina Siap Kirim Pakar Maritim untuk Buka Blokade Selat Hormuz

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menawarkan pengiriman pakar maritim ke Selat Hormuz untuk membantu membuka blokade, dengan mengandalkan pengalaman mereka di Laut Hitam.
- Zelenskyy menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz hanya bisa dilakukan melalui aksi internasional bersama, bukan oleh satu negara saja.
- Ia juga menyebut belum ada permintaan resmi dari negara lain, namun Ukraina siap membantu sambil mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan penangguhan bantuan senjata dari Amerika Serikat.
Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menawarkan pengiriman pakar maritim dari Ukraina ke Selat Hormuz. Ia menyebut, pakar maritim Ukraina memiliki keahlian dalam membebaskan navigasi kapal di Laut Hitam.
“Ukraina memiliki pakar yang ahli dalam bidang maritim. Mereka dapat membuka kembali lalu lintas maritim. Jika rekan kami bersedia, maka kami akan memperkuat mereka. Kami senang dapat membantu lewat keahlian, pengetahuan, dan teknologi kami,” tuturnya, dikutip dari TVP World, Jumat (3/4/2026).
Sebelumnya, Ukraina sudah mengirimkan pakar drone ke negara-negara Timur Tengah untuk mengadang serangan drone Iran. Ukraina juga sudah mengadakan perjanjian pertahanan dengan negara Teluk.
1. Zelenskyy sebut Selat Hormuz dapat dibuka lewat aksi internasional

Pada saat yang sama, Zelenskyy mengungkapkan bahwa Selat Hormuz dapat dibuka kembali lewat aksi internasional. Menurutnya, koalisi gabungan dari berbagai negara pasti dapat membuka kembali blokade Iran.
“Pesan kami adalah hingga saat ini, saya tidak melihat adanya negara yang dapat membuka blokade sendiri. Hanya aksi gabungan yang dapat membuahkan hasil. Situasi ini sama seperti di Laut Hitam, ketika Rusia memblokir suplai makanan, tapi saat ini kasusnya pada energi,” katanya, dilansir dari Ukrinform.
2. Belum ada permintaan kepada Ukraina

Zelenskyy mengakui bahwa belum ada permintaan bantuan pakar kami untuk menangani blokade Selat Hormuz. Namun, ia mengaku siap untuk mengirimkan pakar maritim Ukraina dalam menangani masalah ini.
“Sejauh ini belum ada permintaan. Kami hanya berbagi kepakaran kami untuk menangani blokade laut. Jika suatu hari rekan kami ingin menggunakan jasa kami, maka kami sudah siap,” terangnya.
Sementara itu, Presiden keenam Ukraina itu menyebut bahwa pakar drone Ukraina di Timur Tengah masih menganalisa level pertahanan. Nantinya, negara Teluk akan meminta sektor pertahanan apa yang cocok kepada Ukraina.
3. Ukraina bersiap kemungkinan penangguhan bantuan senjata dari AS

Di sisi lain, Zelenskyy menekankan pentingnya untuk mempersiapkan segala kemungkinan di Ukraina. Ia melihat adanya kemungkinan Amerika Serikat (AS) menangguhkan pengiriman senjata dan amunisi ke negaranya.
Zelenskyy mengatakan bahwa perang di Timur Tengah memungkinkan penundaan pengiriman suplai senjata. Ia meminta percepatan pembangunan industri pertahanan dalam negeri dalam seluruh aspek.


















