Lin Jian, juru bicara Kementerian Luar Negeri China (Twitter.com/Spokesperson发言人办公室)
Lin mengatakan, pembentukan CSD menunjukkan pentingnya komunikasi strategis antara Indonesia dan China di tengah perubahan global. Menurutnya, kedua negara sama-sama merupakan negara berkembang besar sekaligus bagian penting dari Global South.
“Di tengah transformasi yang menentukan arah abad ini yang berlangsung dengan kecepatan tinggi, sangatlah penting bagi China dan Indonesia—yang sama-sama merupakan negara berkembang besar dan negara utama di Global South—untuk memperkuat komunikasi strategis, solidaritas, dan kolaborasi,” ujar Lin.
China berharap pertemuan perdana CSD dapat menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat hubungan bilateral, termasuk dalam pembangunan dan kerja sama strategis.
“China akan bekerja sama dengan Indonesia untuk mengikuti arahan strategis kedua kepala negara, memastikan keberhasilan kedua konferensi tersebut, melakukan upaya terpadu untuk memajukan kerja sama di bidang pembangunan dan keamanan,” katanya.
Menurut Lin, penguatan kerja sama tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan komunitas dengan masa depan bersama China-Indonesia yang memiliki pengaruh di tingkat regional maupun global.
“Hal ini akan memberikan lebih banyak manfaat bagi rakyat China dan Indonesia serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perdamaian dan pembangunan di kawasan maupun di luar kawasan,” kata Lin.
CSD perdana RI-China akan menjadi salah satu forum penting dalam kunjungan Wang Yi ke Jakarta. Selain CSD, Wang Yi juga dijadwalkan menghadiri pertemuan tingkat menteri kedua Dialog Bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan RI-China atau 2+2 yang akan membahas isu politik, pertahanan, dan keamanan.