Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Israel Banjir Kecaman usai Serang Pangkalan Udara Militer Suriah

Israel Banjir Kecaman usai Serang Pangkalan Udara Militer Suriah
potret bendera Israel (unsplash.com/Levi Meir Clancy)
  • PBB mengecam serangan Israel ke Pangkalan Udara Abu al-Duhur, Suriah, sebagai pelanggaran mengkhawatirkan terhadap kedaulatan, integritas teritorial, dan wilayah udara Suriah.
  • Utusan AS Tom Barrack menyebut serangan itu eskalasi tidak perlu yang mengancam stabilitas regional; Suriah menyebutnya agresi tak dapat dibenarkan, sementara Turki mendesak penghentian serangan.
  • Israel menyatakan serangan bertujuan mencegah penempatan militer Turki di pangkalan tersebut, tetapi Ankara membantah tuduhan itu dan menilainya sebagai upaya melegitimasi serangan ilegal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Israel menerima banyak kecaman usai menyerang pangkalan udara militer Suriah pada Selasa (18/8/2026) kemarin. Salah satu kecaman datang dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB menyebut serangan Israel ke pangkalan udara Suriah telah melanggar kedaulatan negara tersebut. 

“Ini adalah pelanggaran lain yang sangat mengkhawatirkan terhadap integritas teritorial dan wilayah udara Suriah. Serangan udara ini harus dihentikan dan kami menentangnya,” kata Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, kepada wartawan di Gedung PBB, New York, Amerika Serikat (AS), seperti dilansir Anadolu Agency

  1. 1. AS menyebut serangan Israel ke Suriah sebagai eskalasi yang tidak perlu

    Duta Besar AS di Turki sekaligus Utusan Khusus AS di Suriah, Tom Barrack (kiri), sedang bertemu dengan Presiden Suriah, Ahmed Al-Sharaa (kanan), pada 25 Mei 2025.
    Duta Besar AS di Turki sekaligus Utusan Khusus AS di Suriah, Tom Barrack (kiri), sedang bertemu dengan Presiden Suriah, Ahmed Al-Sharaa (kanan), pada 25 Mei 2025. (commons.wikimedia.org/Ambassador Tom Barrack)

    Selain dari PBB, kecaman juga datang dari AS. Duta Besar AS di Turki yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus AS di Suriah dan Irak, Tom Barrack, menyebut serangan Israel ke pangkalan udara Suriah sebagai “Eskalasi yang tidak perlu”. Sebab, serangan itu bisa memperkeruh konflik di Timur Tengah. Terlebih, konflik antara AS dan Iran serta perang antara Israel dan Lebanon kini juga belum usai.

    "Kami sangat prihatin bahwa serangan udara Israel yang telah dikonfirmasi di Pangkalan Udara Abu al-Duhur merupakan eskalasi yang tidak perlu dan tidak memajukan stabilitas regional. Kami mendorong semua pihak untuk memprioritaskan wacana logis daripada insiden militer lebih lanjut," tulis Barrack dalam sebuah unggahan di media sosial X, seperti dikutip BBC.  

  2. 2. Suriah dan Turki juga mengecam serangan Israel

    Suasana di Suriah.
    potret Negara Suriah (pexels.com/Abd Alrhman Al Darra)

    Sebagai negara yang terdampak, Suriah juga turut mengecam serangan Israel terhadap pangkalan udara militernya. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Suriah menyebut serangan itu sebagai “Agresi yang tidak bisa dibenarkan”. Sebab, serangan tersebut telah melanggar kedaulatan teritorial sebuah negara.

    Di sisi lain, Turki mendesak Tel Aviv untuk menghentikan serangan ke Suriah. Selain itu, Ankara juga mengajak negara-negara di dunia untuk berdiri membela Suriah dari ancaman Israel. “Kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil sikap yang lebih tegas guna mengakhiri agresi Israel yang meningkat terhadap Suriah,” bunyi pernyataan resmi Pemerintah Turki dilansir DW

  3. 3. Israel menyerang pangkalan udara Suriah untuk mencegah militer Turki datang ke sana

    Parade pasukan militer Suriah.
    potret parade pasukan militer Suriah (pexels.com/Kaan Durmus)

    Israel sendiri menyerang pangkalan udara Suriah untuk mencegah kedatangan pasukan militer Turki ke sana. Sebab, Pemerintah Israel menuding Turki akan mengirim pasukan ke Suriah untuk mengancam mereka. Namun, tuduhan itu langsung dibantah oleh Turki. Ankara menyebut tuduhan yang dilontarkan Tel Aviv hanya bertujuan untuk melegitimasi serangan mereka ke Suriah. 

    "Tuduhan sembrono yang dilontarkan oleh kantor Perdana Menteri Israel bertujuan untuk melegitimasi serangan udara ilegal Israel yang menargetkan kedaulatan dan integritas wilayah Suriah," demikian bunyi pernyataan Pemerintah Turki dilansir CNA.

    Serangan udara Israel ke pangkalan udara Suriah berpotensi membuat hubungan kedua negara memanas. Padahal, Presiden Suriah saat ini, Ahmed Al-Sharaa, berniat berdamai dengan Israel. Sebab, pada era Presiden Bashar Al-Assad, hubungan Damaskus dan Tel Aviv kurang baik. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More