Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi bendera Bolivia (Pexels/Mac Camacho)
  • Presiden Bolivia Rodrigo Paz mendeklarasikan keadaan darurat pada 31 Oktober 2026 agar pemerintah dan seluruh institusi negara dapat menangani serta mencegah dampak El Nino.
  • El Nino telah memicu kekeringan di 63 daerah dan berdampak pada 78.217 keluarga di sembilan wilayah Bolivia, sementara banjir berpotensi terjadi saat musim hujan November 2026–Maret 2027.
  • OAS mendesak negara Amerika Latin dan Karibia memperkuat kesiapan menghadapi El Nino, yang berpotensi memicu banjir, longsor, dan kekeringan di sejumlah kawasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Bolivia, Rodrigo Paz, pada Sabtu (31/10/2026), mengumumkan deklarasi keadaan darurat untuk menangani fenomena El Nino. Kebijakan ini akan membuat pemerintah dapat menyediakan sumber daya lebih dalam menangani dampak dan pencegahan bencana. 

Pada Juli, Peru sudah menetapkan status darurat di ratusan distrik untuk mengatasi dampak El Nino. Sementara itu, Panama, El Salvador, dan Honduras sudah menetapkan keadaan darurat pada Agustus 2026.  

1. Paz sebut El Nino akan berdampak besar bagi Bolivia

Paz menambahkan bahwa El Nino akan berdampak besar bagi Bolivia karena menyebabkan bencana kekeringan dan banjir. Keadaan darurat ini akan membuat semua institusi negara, termasuk gubernur, wali kota, militer, dan polisi bertindak dalam mengatasi masalah El Nino. 

Presiden sayap kanan itu mengatakan sudah ada 63 daerah yang terdampak kekeringan. Sementara itu, daerah lainnya akan terdampak banjir imbas fenomena El Nino. 

“Kita akan melakukan yang terbaik untuk memastikan kekeringan yang sudah berdampak di Bolivia dan kemungkinan banjir dapat ditangani dan tidak berdampak besar kepada warga,” ungkapnya, dikutip dari Democrata. 

2. Lebih dari 78 ribu keluarga terdampak

Pekan ini, Kementerian Pertahanan Sipil memperingatkan bahwa setidaknya sudah ada 78.217 keluarga yang terdampak kekeringan imbas fenomena El Nino. Ribuan keluarga terdampak berada di sembilan wilayah di Bolivia. 

Sementara itu, dilansir EFE, area paling terdampak kekeringan kali ini terletak di beberapa departemen, seperti La Paz, Oruro, Potosi, Cochabamba, Chuquisaca, Tarija, dan Santa Cruz. Otoritas setempat memperingatkan akan kemungkinan banjir menjelang dimulainya musim penghujan pada November hingga Maret 2027. 

3. OAS desak persiapan hadapi banjir dan kekeringan imbas El Nino

Pekan lalu, Organisasi Negara Amerika (OAS) mendesak negara-negara di Amerika Latin dan Karibia untuk mempersiapkan konsekuensi El Nino. Organisasi itu meminta agar pemerintah negara Amerika segera memperkuat langkah pencegahan dan persiapan. 

Berdasarkan kajian dari OAS, intensitas hujan semakin tinggi dan menyebabkan banjir beserta tanah longsor di pesisir Ekuador, Peru bagian utara, dan Chile bagian selatan. Selain itu, di Dataran Plata, meliputi teritori Argentina, Bolivia, Brasil, Paraguay, dan Uruguay juga diperkirakan akan terjadi banjir. 

Meski mayoritas mengalami kenaikan intensitas hujan, kawasan Amerika Tengah dan Pegunungan Andes di pesisir Karibia, seperti Kolombia dan Venezuela, serta kawasan Dataran Amazon akan menghadapi kekeringan. Sebab, intensitas hujan di area tersebut mengalami penyusutan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article