Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Demo Besar-besaran, Oposisi Prancis Janjikan Perubahan
Politikus Sayap Kanan Prancis, Marine Le Pen. (Vox España, CC0, via Wikimedia Commons)
  • Marine Le Pen memulai kampanye presiden di Orleans dengan janji memulihkan ketertiban, mengubah arah Prancis, dan melestarikan identitas budaya di tengah gelombang demonstrasi pelajar.
  • Demonstrasi besar selama sebulan dipicu tuntutan siswa SMA atas kelas yang kelebihan kapasitas dan kekurangan guru; kandidat kiri Jean-Luc Melenchon menyebut situasinya mendorong perubahan besar.
  • Donald Trump mengkritik perlakuan pemerintah Prancis terhadap Le Pen, yang pernah divonis gratifikasi dan dilarang berpolitik lima tahun, tetapi kembali diizinkan maju pada pilpres 2027 lewat banding.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kandidat presiden Prancis dari partai sayap kanan, National Rally, Marine Le Pen menjanjikan perubahan di negaranya pada Minggu (25/10/2026). Pernyataan itu disampaikan dalam kampanye politik pertamanya di tengah serangkaian demonstrasi akbar di Prancis. 

Dalam sebulan terakhir, Prancis sudah dilanda demonstrasi akbar di seluruh penjuru negeri. Demo besar ini dilakukan oleh siswa SMA di Prancis untuk menuntut perbaikan sekolah karena kelebihan kapasitas kelas, kurangnya tenaga pengajar dan lainnya. 

1. Le Pen janji Prancis akan lahir kembali

ilustrasi bendera Prancis (unsplash.com/alicetricky)

Dalam kampanye pertamanya di Orleans, Le Pen berjanji mengembalikan ketertiban umum di Prancis di tengah demonstrasi. Calon sayap kanan itu mengatakan bahwa Prancis akan terlahir kembali di bawah kepemimpinannya. 

“Saya ingin menawarkan Prancis sebuah perubahan arah yang aman ini bukanlah revolusi, tapi sebuah napas normal dari hidup berdemokrasi. Tidak ada yang berpikir kami lebih kuat hari ini dibanding kemarin, setelah 10 tahun lamanya. Semua di Prancis setuju dengan kami,” tuturnya, dikutip dari Euronews.

Di hadapan ribuan pendukungnya, Le Pen mengatakan akan menjaga identitas budaya Prancis. Menurutnya, bahasa, tradisi, dan hidup yang dianut oleh warga Prancis harus dilestarikan. 

2. Melenchon sebut kondisi Prancis ada di situasi revolusioner

Calon Presiden Prancis, Jean-Luc Mélenchon. (Thomas Bresson, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Sementara itu, calon sayap kiri, Melenchon mengatakan bahwa Prancis berada di kondisi revolusioner saat ini. Menurutnya, serangkaian demonstrasi di Prancis telah mendorong perubahan besar di negaranya. 

“Saya tidak ingin mengatakan ini adalah awal situasi revolusioner karena saya tahu bahwa ini akan menjadi buruk untuk diumumkan jika kemungkinan ini tidak terjadi. Agar tahu sejarah kami, Prancis akan menjadi orang yang tidak mudah lelah karena rakyat tetap tenang,” ungkapnya, dilansir dari Democrata.

Menanggapi soal hubungan dengan Rusia, Melenchon meyakinkan tidak akan ada perang dengan Rusia. Ia berpendapat bahwa Rusia secara alami adalah sekutu Prancis selama tidak diinvasi. 

3. Trump kritik perlakuan buruk pemerintah Prancis kepada Le Pen

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

Pekan lalu, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengkritik pemerintah Prancis yang memperlakukan Le Pen dengan buruk. Ia berpendapat bahwa calon presiden sayap kanan itu adalah sosok yang menyuarakan pandangan konservatif. 

“Sebenarnya, saya tidak mengenalnya, saya tidak pernah bertemu dengannya, tapi saya pikir dia sudah diperlakukan buruk di Prancis. Maka, ini seperti sebuah serangan kepada saya,” ujarnya, dikutip Le Monde.

Le Pen sempat divonis atas kasus gratifikasi pada Maret 2025 dan sempat dilarang ikut politik selama 5 tahun. Namun, lewat banding, pengadilan memperbolehkannya mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Prancis 2027. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article