Konser Ye di Jakarta, Kedatangan WNA Capai 10 Ribu Sehari

Kedatangan WNA meningkat bertahap menjelang konser Ye dan mencapai 10 ribu orang pada 23 Oktober.
Jakarta menjadi satu-satunya destinasi Ye di Asia Tenggara dan Oseania, dengan 88 visa diterbitkan untuk Ye dan kru.
Imigrasi menyiagakan personel di GBK serta mengoptimalkan autogate untuk mengawasi pelintas asing.
Jakarta, IDN Times - Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat kedatangan warga negara asing (WNA) mencapai 10 ribu orang dalam sehari selama periode konser Ye (Kanye West) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Pada hari konser, Sabtu (24/10/2026), jumlah pelintas asing tercatat mencapai 9.700 orang.
“Kami mencatat tren lonjakan pelintas asing, terutama di H-3 konser. Lonjakan signifikan kedatangan WNA sebanyak 1.000 orang pada 21 Oktober, 4.700 orang pada 22 Oktober, dan mencapai puncaknya pada 23 Oktober dengan 10.000 orang per hari,” jelas Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko dikutip Selasa (27/10/2026).
1. Kedatangan WNA mencapai puncak pada 23 Oktober

suasana konser Ye di SUGBK, Jakarta, Sabtu (24/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida) Hendarsam menyebut jumlah kedatangan pelintas asing meningkat bertahap sejak Rabu (21/10/2026). Angkanya naik dari 1.000 orang menjadi 4.700 orang pada Kamis (22/10/2026), sebelum mencapai 10 ribu orang pada Jumat (23/10/2026).
Lebih lanjut Hendarsam menambahkan bahwa di Hari-H konser jumlah pelintas mancanegara masih tercatat meningkat dengan lonjakan mencapai 9.700 orang di tanggal 24 Oktober 2026.
2. Jakarta menjadi satu-satunya destinasi Ye di kawasan

Ye Live in Jakarta (Instagram.com/rawvision.collective) Jakarta menjadi satu-satunya destinasi penampilan Ye di Asia Tenggara dan Oseania dalam rangkaian tur tahun ini. Penyelenggaraan konser tersebut turut dikaitkan dengan pergerakan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Imigrasi menerbitkan 88 visa sport and performer bagi Ye beserta rombongan kru yang terlibat. Namun ketika musisi dunia tampil di Indonesia, yang datang bukan hanya artis dan kru, tetapi juga penggemar dari berbagai negara.
"Mereka menggunakan transportasi, menginap di hotel, menikmati kuliner, hingga berbelanja. Artinya, ada banyak sektor ekonomi yang ikut bergerak. Imigrasi hadir untuk memastikan kedatangan mereka berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Hendarsam.
3. Petugas disiagakan di kawasan GBK

Dirjen Imigrasi, Hendarsam Marantoko (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Imigrasi mengoptimalkan fasilitas autogate di bandara bagi pelintas yang memenuhi kriteria. Personel juga disiagakan di area GBK untuk memantau kesesuaian izin tinggal WNA dan mengantisipasi pelanggaran keimigrasian selama konser berlangsung.
“Di samping kemudahan perlintasan, pengawasan lapangan juga diperketat," kata dia.

























