Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

CEO Google Ogah Turuti Trump untuk Ganti Nama Samudera Atlantik

3 min read
CEO Google Ogah Turuti Trump untuk Ganti Nama Samudera Atlantik
CEO Google Sundar Pichai (Maurizio Pesce, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump mengaku meminta CEO Google Sundar Pichai mengganti nama Samudra Atlantik di peta digital, tetapi Pichai menolak karena wilayahnya mencakup banyak negara.
  • Trump menyatakan kemungkinan membatalkan gagasan tersebut. Google sebelumnya mengubah label Teluk Meksiko dan Danau Ontario mengikuti perintah eksekutif, dengan tampilan berbeda berdasarkan lokasi pengguna.
  • Trump juga mengusulkan penggantian nama Selat Hormuz menjadi Selat Trump dan New Mexico menjadi New America; usulan terakhir ditolak Senator Ben Ray Luján.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya meminta Chief Executive Officer (CEO) Google Sundar Pichai untuk mengganti nama Samudra Atlantik di peta digital, namun permintaan tersebut ditolak mentah-mentah. Dalam rapat umum di Clemson, South Carolina, pada Rabu (21/10/2026).

"Saya hanya menyukai dua samudra: Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik. Saya tidak akan menaruh nama Trump atau Amerika di samudra lain selain dua ini. Jadi kami serius melihat Samudra Atlantik, dan saya menelepon Google Maps, yang sangat hebat dengan danau ... Mereka masih terguncang dari Teluk. Saya berkata: 'Sundar, saya sedang memikirkan Samudra Atlantik,'" katanya, dikutip The Guardian.

Permintaan kontroversial ini muncul menyusul dua perintah eksekutif sebelumnya yang telah ia teken terkait perubahan nama wilayah perairan di AS. Pichai dinilai sebagai sosok yang brilian dan sempat ditanyai kesanggupannya untuk menangani usulan tersebut.

  1. 1. Alasan penolakan dan kebijakan peta Google

    ilustrasi Google Maps (pexels.com/Pixabay)
    ilustrasi Google Maps (pexels.com/Pixabay)

    Menanggapi usulan pergantian nama Samudra Atlantik, Pichai memilih menolak tegas lantaran cakupan geografis samudra yang sangat luas. Trump membeberkan alasan penolakan dari sang CEO.

    "Tidak, tidak, tidak. Kali ini saya tidak akan melakukannya ... Samudra berbeda, Pak. Samudra mencakup ... banyak negara. Tolong jangan minta kami melakukan itu,” katanya dikutip The Hill.

    Mendengar penjelasan itu, Trump mengaku kemungkinan besar akan membatalkan gagasannya dan membiarkan nama Samudra Atlantik tetap seperti semula. Keputusan Google ini terbilang berbeda dari sebelumnya, sebab raksasa teknologi tersebut sempat menuruti perintah eksekutif Trump saat mengubah label Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika serta Danau Ontario menjadi Danau Amerika.

  2. 2. Batasan penerapan nama baru di berbagai wilayah

    Peta batimetri Teluk Meksiko yang diperoleh dari data ETOPO 2022, diunduh melalui Grid Extract dengan menggunakan dataset “ETOPO_2022 Hillshare (Batu dasar; 15 arcseconds)” untuk wilayah yang dibatasi oleh koordinat 15,5°N 78,0°W hingga 32,5°N 101,0°W. (NOAA National Centers for Environmental Information, Public domain, via Wikimedia Commons)
    Peta batimetri Teluk Meksiko yang diperoleh dari data ETOPO 2022, diunduh melalui Grid Extract dengan menggunakan dataset “ETOPO_2022 Hillshare (Batu dasar; 15 arcseconds)” untuk wilayah yang dibatasi oleh koordinat 15,5°N 78,0°W hingga 32,5°N 101,0°W. (NOAA National Centers for Environmental Information, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Penerapan nama baru dari kebijakan sebelumnya hanya berlaku secara terbatas bagi pengguna di dalam negeri. Pengguna di luar AS tetap melihat nama asli wilayah tersebut pada peta digital mereka.

    Sebagai contoh, pengguna di Meksiko tetap mendapati nama Teluk Meksiko, sementara pengguna di Kanada melihat Danau Ontario dengan hasil pencarian yang menyertakan nama baru di dalam tanda kurung. Kebijakan pembedaan tampilan berdasarkan lokasi ini sempat menuai kritik terbuka dari publik Meksiko dan Kanada.

  3. 3. Usulan perubahan nama wilayah lain oleh Trump

    Presiden AS, Donald Trump
    Presiden AS, Donald Trump (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, Creative Commons Attribution-Share Alike 2.0 Generic, via Wikimedia Commons)

    Selain samudra, Trump juga sempat melontarkan sejumlah usulan pergantian nama untuk beberapa wilayah lain melalui media sosial Truth Social. Di tengah konflik dengan Iran bulan lalu, ia mengusulkan agar Selat Hormuz diubah menjadi Selat Trump.

    Pada pekan lalu, ia turut mendesak agar negara bagian New Mexico diganti menjadi New America. Usulan tersebut mendapat tanggapan dari Senator Ben Ray Luján yang menyatakan bahwa warga setempat merasa bangga dengan identitas mereka dan akan mempertahankan nama tersebut jauh setelah masa jabatan Trump berakhir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More