Dalam demo ini, para peserta masih menyuarakan masalah yang sama, yakni kenaikan biaya hidup dan sewa tempat tinggal, rendahnya dana pendidikan, serta menurunnya kondisi ekonomi yang saat ini sedang terjadi di Prancis. Mereka mendesak Presiden Emmanuel Macron untuk segera mengatasi semua masalah pelik tersebut.
Prancis Kembali Membara, 410 Ribu Massa Gelar Demo di 8 Kota

- Sekitar 410 ribu orang, termasuk 110 ribu di Paris, berdemonstrasi di delapan kota Prancis menuntut penanganan biaya hidup, sewa, dana pendidikan, dan kondisi ekonomi.
- Aksi yang awalnya damai berubah ricuh di berbagai kota; demonstran melempar proyektil dan bentrok dengan aparat, yang merespons menggunakan gas air mata serta meriam air.
- Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez menyatakan hampir 1.000 pendemo ditangkap atas kekerasan ekstrem, sementara Prancis sebelumnya mengerahkan 70 ribu polisi meski larangan unjuk rasa telah diberlakukan.
Jakarta, IDN Times - Kalangan muda Prancis dikabarkan kembali menggelar demo massal di delapan kota besar pada Sabtu (24/10/2026). Aksi tersebut pecah di Kota Paris, Marseille, Lyon, Bordeaux, Lille, Toulouse, Montpellier, dan Nantes. Menurut kepolisian Prancis, demo massal kali ini diikuti oleh 410 ribu peserta. Sebanyak 110 ribu di antaranya berkumpul di Paris.
Table of Content
1. Demo kembali berlangsung anarkis

potret demo di Prancis (unsplash.com/Howard Bouchevereau) Awalnya, demo yang terjadi di Paris hingga Nantes berlangsung damai. Namun, seiring berjalannya waktu, aksi unjuk rasa berubah menjadi anarkis.
Di Paris, para pengunjuk rasa berupaya menyerang polisi yang sedang bertugas mengamankan demo dengan melemparkan sejumlah proyektil. Aksi ini lantas dibalas oleh polisi dengan menembakkan gas air mata dan meriam air.
Di sisi lain, para pengunjuk rasa di Marseille, Lyon, Bordeaux, Lille, Toulouse, Montpellier, dan Nantes juga melakukan aksi serupa.
Dilansir Times of Israel, mereka terlibat bentrok dengan aparat keamanan yang bertugas di sana. Aksi ini lantas dibalas dengan semprotan gas air mata untuk meredakan perlawanan dari para demonstran.
2. Hampir 1.000 pendemo ditangkap polisi

ilustrasi penangkapan (pexels.com/cottonbro studio) Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez menjelaskan, polisi berhasil menangkap hampir 1.000 pengunjuk rasa karena melakukan tindakan anarkis. Nunez menyebut semua yang ditangkap telah melakukan “Tindakan kekerasan level ekstrem”.
Para pendemo dikabarkan berupaya merusak sejumlah bangunan di sekitar area demo. Di sisi lain, dua orang dilaporkan terluka usai bentrok dengan polisi.
"Ada banyak sekali orang yang berada dalam situasi yang sama seperti saya. Namun, mereka tidak memiliki hak istimewa dan terpaksa tinggal di jalanan atau di rumah-rumah kumuh. Terus terang, itu sangat sulit," kata seorang pemuda berusia 27 tahun yang menjadi salah satu peserta demo bernama Camille Chesnier, seperti dilansir ABC7.
3. Prancis sudah mengerahkan 70 ribu polisi untuk menghadapi demo

ilustrasi polisi (pexels.com/Bob Jenkin) Sebelumnya, Prancis sudah mengerahkan sekitar 70 ribu personel polisi di seluruh kota untuk menghadapi gelombang demo terbaru. Langkah ini dilakukan usai Presiden Macron meminta aparat keamanan di negaranya untuk memulihkan keamanan pascademo massal yang terjadi pekan lalu.
Demo massal yang terjadi di Prancis pekan lalu menjadi berita besar sebab para pengunjuk rasa yang terdiri dari kalangan pelajar merusak dan menjarah toko-toko barang mewah yang ada di Paris, Marseille, dan Lille. Untuk meredam demo serupa, Macron sebetulnya sudah mengeluarkan larangan unjuk rasa, namun gelombang demo tetap saja terjadi.






















