Jakarta, IDN Times - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyebut negaranya telah menjadi korban terorisme. Sebab, Iran telah menerima serangan bertubi-tubi dari Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak 28 Februari lalu. Menurutnya, AS dan Israellah yang patut disebut sebagai negara teroris karena kerap menargetkan warga sipil setiap menyerang Iran.
“Mereka (AS dan Israel) yang merupakan teroris menyebut kami dengan kata itu. Mereka (warga Iran) tidak bersalah. Mereka tidak melakukan kejahatan apa pun. Kami telah menjadi korban terorisme. Kami tidak bertekuk lutut. Kami tidak menundukkan kepala. Kami merespons, tetapi kami tidak menyerang penduduk sipil,” kata Pezeshkian dalam pidatonya pada hari ke-2 sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81, Rabu (23/9/2026), seperti dilansir laman resmi PBB.
