New York, IDN Times - Indonesia menginisiasi sidang darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Selasa, 31 Maret 2026 untuk membahas situasi di Lebanon selatan yang menewaskan tiga penjaga perdamaian asal Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Inisiasi ini disampaikan Indonesia lewat Prancis, yang merupakan anggota tetap dari DK PBB.
Dalam sidang darurat ini, Indonesia secara tegas menuntut investigasi atas tewasnya tiga prajurit TNI yang sedang bertugas di misi UNIFIL. Ketiganya tewas dalam serangan terpisah yang terjadi dalam dua hari berturut-turut di wilayah Lebanon selatan.
“Kita memang bukan anggota. Sementara yang bisa menginisiasi (sidang darurat) itu adalah anggota DK. Dan untuk isu Lebanon, itu ada di Prancis. Jadi sejak Senin pagi itu kita sudah dekati Prancis untuk minta sidang darurat di DK,” kata Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Umar Hadi, kepada IDN Times di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat (AS), Selasa (31/3/2026).
“Selain itu, saya juga susulam surat resmi dari Wakil Tetap Indonesia ke Wakil Tetap AS yang saat ini menjabat sebagai Presiden DK untuk menyelenggarakan sidang ini,” lanjut Umar.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono juga sudah menelepon Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres untuk meminta digelarnya sidang darurat.
