5 Kontroversi Kepala BGN Nanik Deyang yang Pernah Jadi Sorotan Publik

- Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana, diumumkan oleh Mensesneg Prasetyo Hadi di Istana Merdeka.
- Nanik pernah terseret kasus hoaks Ratna Sarumpaet dan menuai kritik karena latar belakangnya bukan dari bidang gizi maupun kesehatan meski kini memimpin BGN.
- Pernyataan dan tindakannya terkait program Makan Bergizi Gratis, termasuk insiden keracunan serta komentar soal kritik publik, sempat viral dan memicu perdebatan di media sosial.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan Dadan Hindayana, Selasa, 2 Juni 2026. Pengumuman tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, di Istana Merdeka, Jakarta.
“Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat saudari Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru,” ujar Prasetyo.
Nanik sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Di tengah penunjukan tersebut, rekam jejak dan sejumlah pernyataan Nanik kembali menjadi perhatian publik. Berikut deretan kontroversi dan polemik yang pernah menyeret namanya.
Table of Content
1. Nanik terlibat hoaks dengan Ratna Sarumpaet

Nama Nanik sempat menjadi sorotan saat kasus hoaks yang melibatkan aktivis Ratna Sarumpaet pada 2018. Kala itu, Nanik diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Nanik lantaran dianggap sebagai salah satu pihak yang mendengar langsung cerita Ratna, terkait dugaan penganiayaan yang belakangan terbukti hoaks.
Dalam persidangan, Nanik turut memberikan kesaksian terkait unggahan foto wajah lebam Ratna di media sosial. Ia mengaku sempat meminta izin kepada Ratna sebelum mengunggah foto tersebut ke Twitter (X) usai pertemuan bersama tim BPN di Bogor pada 2 Oktober 2018.
Namun, pernyataan Nanik itu langsung dibantah Ratna Sarumpaet. Ratna bahkan menyebut Nanik telah berbohong saat memberikan kesaksian di persidangan. Ratna membantah pernah memberikan izin untuk mengunggah foto wajah lebamnya ke media sosial.
Polemik kesaksian tersebut pun sempat menjadi perhatian publik di tengah ramainya kasus hoaks Ratna Sarumpaet kala itu.
2. Diangkat sebagai pimpinan BGN meski bukan ahli gizi

Sebelum ditunjuk menjadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik dikenal memiliki latar belakang sebagai jurnalis senior dan pegiat organisasi. Perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968 itu mengawali kariernya di dunia jurnalistik sebagai jurnalis Tabloid Bangkit yang merupakan bagian dari Kompas Gramedia Group.
Selain berkarier di dunia media, Nanik juga berkecimpung di sejumlah lembaga dan pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan periode 2024-2029, Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), hingga Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).
Meski memiliki pengalaman di bidang komunikasi publik dan organisasi, penunjukan Nanik di jajaran pimpinan BGN sempat menuai sorotan publik, lantaran latar belakang pendidikannya tidak berasal dari bidang gizi maupun kesehatan.
3. Pernyataannya soal kritik terhadap MBG

Ucapan Nanik terkait program MBG sempat ramai diperbincangkan publik, saat menghadiri kegiatan BGN Goes To Campus di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, pada Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Nanik menyinggung derasnya kritik dan perbincangan mengenai program MBG di media sosial. Ia bahkan menyebut berbagai isu kerap dikaitkan dengan program unggulan pemerintahan Prabowo tersebut, demi konten, hingga pernyataan tersebut kemudian memicu beragam respons dari warganet.
“Pokoknya MBG, MBG harus salah. Kalau gak salah, dicari salahnya. Jadi bisa dibayangkan enggak? Tiada hari tanpa MBG,” ujar Nanik.
4. Menangis dan meminta maaf usai insiden keracunan MBG

Nanik juga sempat menjadi sorotan publik, usai menyampaikan permintaan maaf terkait sejumlah kasus keracunan akibat makanan MBG pada September 2025. Nanik yang saat itu menjabat sebagai Wakil Kepala BGN mengakui insiden tersebut merupakan kelalaian internal.
“Kejadian belakangan 80 persen adalah karena SOP kita yang tidak dipatuhi, baik oleh mitra maupun tim kami sendiri dari dalam. Jadi ya sudahlah, pokoknya kami mengaku salah,” ujar Nanik di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat, 26 September 2025.
Dalam konferensi pers tersebut, Nanik terlihat menangis saat menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Momen itu kemudian kembali ramai diperbincangkan publik di media sosial.
“Tetapi satu nyawa pun, satu anak pun sakit itu adalah menjadi tanggung jawab kami, adalah kesalahan kami sebagai pelaksana untuk harus memperbaikinya secara total pada anak Indonesia dan juga para orang tua. Saya mohon maaf atas nama BGN dan berjanji tidak akan lagi terjadi. Tidak akan terjadi lagi,” ucap Nanik, sambil menangis di depan awak media.
5. Rangkap jabatan di pemerintahan

Sebelum masuk pemerintahan, Nanik diketahui pernah aktif di dunia politik. Ia tercatat menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur, tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.
Selain itu, Nanik juga aktif di yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) yang didirikan Prabowo Subianto, dan menjabat sebagai wakil ketua umum yayasan tersebut.
Rekam jejak politik Nanik itu menuai sorotan publik, usai ia dipercaya menduduki posisi strategis di Badan Gizi Nasional (BGN).

















