Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sugiono Telepon Menlu Lebanon, Bahas Tewasnya TNI di UNIFIL

Sugiono Telepon Menlu Lebanon, Bahas Tewasnya TNI di UNIFIL
Menlu Sugiono dalam jumpa pers di Tokyo, Jepang (Dok. Bakom)
Intinya Sih
  • Menteri Luar Negeri RI Sugiono menelepon Menlu Lebanon Youssef Raggi membahas insiden serangan di Lebanon selatan yang menewaskan prajurit TNI dalam misi UNIFIL.
  • Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam dan mengutuk keras serangan tersebut, menegaskan bahwa keselamatan pasukan penjaga perdamaian harus dihormati sesuai hukum internasional.
  • Kedua negara sepakat memperkuat koordinasi untuk merespons situasi, menjaga stabilitas kawasan, serta mencegah konflik agar tidak semakin meluas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri RI Sugiono melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri dan Imigran Lebanon, Youssef Raggi. Komunikasi dilakukan menyusul insiden serangan di Lebanon selatan yang menewaskan prajurit TNI dalam misi penjaga perdamaian PBB.

Komunikasi tersebut dilakukan pada Senin (30/3/2026) sebagai respons cepat Indonesia terhadap eskalasi yang terjadi di wilayah tersebut. Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang melibatkan pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

“Saya telah melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri dan Imigran Lebanon, @YoussefRaggi (30/3) untuk menyampaikan keprihatinan mendalam Indonesia menyusul insiden baru-baru ini, termasuk serangan di Lebanon selatan yang mengakibatkan gugurnya pasukan penjaga perdamaian UNIFIL Indonesia,” ujar Sugiono dalam pernyataan tertulis di akun X, @Kemlu_RI.

Dalam komunikasi tersebut, Indonesia menegaskan sikap tegas terhadap serangan yang menyebabkan jatuhnya korban dari pasukan penjaga perdamaian. Pemerintah menilai insiden ini tidak dapat diterima. Sugiono menyampaikan keselamatan pasukan penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama dalam setiap situasi konflik.

“Kami mengutuk keras serangan tersebut dan menekankan bahwa keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB harus dihormati sepenuhnya setiap saat, sesuai dengan hukum internasional,” tegasnya.

Serangan terhadap personel UNIFIL dinilai berpotensi mengganggu upaya menjaga stabilitas di Lebanon selatan yang selama ini dijalankan melalui mandat PBB.

Selain itu, kedua negara juga sepakat untuk memperkuat koordinasi dalam merespons situasi yang berkembang. Hal ini dinilai penting untuk memastikan langkah-langkah penanganan berjalan efektif.

Sugiono mengatakan komunikasi antara Indonesia dan Lebanon akan terus dijaga secara intensif. “Kami sepakat untuk menjaga koordinasi yang erat dan menindaklanjuti langkah-langkah yang diperlukan,” ujarnya.

Indonesia dan Lebanon juga menegaskan pentingnya meredakan ketegangan yang terjadi. Kedua pihak sepakat bahwa stabilitas kawasan harus menjadi prioritas bersama.

Sugiono menekankan pentingnya upaya kolektif untuk mencegah konflik semakin meluas. “Kami sepakat untuk menjaga koordinasi yang erat dan menindaklanjuti langkah-langkah yang diperlukan, sambil mendukung upaya untuk meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas regional,” kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More
Drama Lele Mentah MBG

Drama Lele Mentah MBG

31 Mar 2026, 06:00 WIBNews