Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Drone dari Myanmar Meledak di Thailand, Tiga Pekerja Migran Tewas

Drone dari Myanmar Meledak di Thailand, Tiga Pekerja Migran Tewas
Ilustrasi ledakan (Unsplash.com/Luke Jernejcic)
Intinya Sih
  • Sebuah drone dari area konflik Myanmar meledak di Provinsi Tak, Thailand, menewaskan tiga pekerja migran asal Myanmar dan melukai dua orang lainnya.
  • Korban tewas merupakan satu keluarga pemetik cabai asal Myanmar yang bekerja di wilayah Phop Phra; dua korban luka juga masih dirawat intensif di rumah sakit setempat.
  • Otoritas Thailand menduga ledakan ini terkait eskalasi konflik bersenjata di perbatasan Myanmar, di mana penggunaan drone oleh militer dan kelompok bersenjata meningkat sejak 2021.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sebuah drone yang diduga berasal dari area konflik di Myanmar meledak di wilayah Thailand pada Selasa (2/6/2026). Insiden ini mengakibatkan tiga orang pekerja migran asal Myanmar meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka.

Kepolisian Thailand melaporkan kejadian ini berlokasi di Provinsi Tak. Wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Negara Bagian Karen, area yang sering menjadi titik pertempuran bersenjata di Myanmar.

1. Kronologi ledakan di kebun cabai dekat perbatasan

Otoritas Thailand menerima laporan ledakan tersebut pada Selasa sore waktu setempat. Kepala Polisi wilayah Tak, Anusorn Dungkong, mengatakan petugas langsung dikerahkan ke lokasi setelah menerima informasi.

"Tiga orang meninggal dunia, semuanya adalah pekerja migran dari Myanmar, dan dua orang lainnya terluka," kata Kepala Polisi Anusorn Dungkong, dilansir The Star.

Drone serang itu diduga menabrak pohon di sisi wilayah Thailand sebelum akhirnya meledak. Saat insiden terjadi, para korban sedang bekerja di kebun cabai yang berada tepat di dekat lokasi jatuhnya drone.

2. Satu keluarga pemetik cabai jadi korban tewas

Ketiga korban tewas dalam insiden ini diketahui merupakan satu keluarga yang bekerja sebagai pemetik cabai di wilayah Phop Phra. Keluarga itu terdiri dari pasangan suami istri dan seorang anak laki-laki yang baru berusia 11 tahun.

Istri meninggal dunia di lokasi kejadian akibat ledakan tersebut. Sementara itu, suami dan anak laki-laki mereka meninggal dunia saat mendapat perawatan medis di rumah sakit akibat luka berat yang diderita.

Adapun dua korban luka lainnya juga berstatus warga negara Myanmar. Keduanya kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.

3. Imbas konflik Myanmar ke negara tetangga

Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengonfirmasi kepemilikan drone yang jatuh di wilayah Thailand tersebut. Namun, militer Myanmar dan kelompok bersenjata memang diketahui sering menggunakan drone di medan perang sejak 2021.

Kelompok bersenjata Karen saat ini menguasai banyak wilayah di perbatasan. Pertempuran yang kembali pecah pada Selasa itu membuat banyak warga Myanmar menyeberangi perbatasan untuk mencari tempat aman di Thailand. Otoritas setempat menduga ledakan drone ini merupakan imbas langsung dari eskalasi konflik di sisi perbatasan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More