Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dikunjungi Sekjen Guterres, Menlu Tata Tegaskan RI Tetap Dukung PBB

4 min read
Dikunjungi Sekjen Guterres, Menlu Tata Tegaskan RI Tetap Dukung PBB
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres (kiri) ketika menjabat tangan Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir (kanan) di kantor Kemlu, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Sekjen PBB António Guterres mengunjungi Indonesia menjelang pensiun pada Desember 2026, bertemu Menlu Arrmanatha Nasir dan Presiden Prabowo, serta mengapresiasi dukungan Indonesia terhadap multilateralisme.
  • Indonesia menegaskan dukungan bagi PBB yang kuat dan efektif, mendorong reformasi multilateralisme serta Dewan Keamanan, dan berkomitmen melanjutkan kontribusi perdamaian, kemanusiaan, pembangunan, termasuk dukungan solusi dua negara bagi Palestina.
  • Guterres berdialog dengan personel TNI yang akan bertugas di Republik Afrika Tengah, menghormati empat prajurit gugur di Lebanon, dan menilai misi tersebut penting bagi stabilitas serta perdamaian berkelanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Di hari terakhir kunjungannya di Indonesia, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres menyambangi kantor Kementerian Luar Negeri di Jakarta Pusat pada Senin (19/10/2026). Kunjungan Guterres ke Indonesia tergolong istimewa lantaran ia segera memasuki masa pensiun pada Desember 2026.

Tidak banyak negara yang dipilih oleh Sekjen asal Portugal itu untuk dikunjungi. Indonesia merupakan salah satu negara yang dipilih Guterres untuk disambangi.

Berdasarkan pantauan IDN Times, Guterres tiba di kantor Kemlu sekitar pukul 14.00 WIB. Ia disambut Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir yang langsung mengarahkan untuk mengisi buku tamu. Di dalam buku tamu itu, terlihat Guterres menaruh rasa hormat terhadap Pemerintah dan rakyat Indonesia.

"Saya menghormati peran utama pemerintah dan rakyat Indonesia dalam mempromosikan dunia yang damai dan adil serta menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan Indonesia terhadap multilateralisme dan Perserikatan Bangsa-Bangsa," demikian isi tulisan tangan Guterres.

Arrmanatha kemudian mengajak Guterres untuk berbincang empat mata di ruangan khusus yang terdapat foto-foto Menlu RI pendahulunya. Pembicaraan itu berlangsung sekitar 30 menit dan dilanjutkan dengan diskusi tertutup.

Arrmanatha mengatakan kunjungan Guterres ke Indonesia sebelum menuntaskan masa jabatannya dinilai bahwa Indonesia dianggap penting oleh PBB. "Kunjungan semacam ini yang dilakukan oleh Sekjen PBB hanya ke beberapa negara saja. Indonesia merupakan salah satu di antaranya. Pilihan ini merupakan sebuah pengakuan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo dan peran aktif Indonesia di pentas dunia," kata Arrmanatha di dalam pidatonya pada sore tadi.

  1. 1. Kunjungan Sekjen PBB ke Indonesia merupakan bentuk rasa hormat

    António Guterres
    Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres (kiri) ketika menyampaikan keterangan bersama Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir (kanan) di kantor Kemlu, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)

    Lebih lanjut, kata Arrmanatha, kunjungan Sekjen Gutteres itu merupakan bentuk penghormatan dari PBB terhadap komitmen kuat Indonesia terhadap kerja sama multilateral di bawah kepemimpinannya. Sebelum menyambangi Kemlu pada hari, Gutteres diterima Prabowo di kediamannya di Hambalang. Gutteres bahkan sempat bermalam di kediaman Prabowo tersebut.

    Lalu, pada Senin pagi, ia berkunjung ke Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI di Sentul. Sekjen Gutteres menyampaikan rasa hormatnya kepada para personel yang rela mengorbankan jiwa demi menjaga perdamaian.

    "Personel penjaga perdamaian Indonesia tidak hanya membawa bendera merah putih tetapi mereka juga membawa harapan baru bagi orang lain," kata mantan Duta Besar RI untuk PBB itu.

    Di dalam pidatonya, Arrmanatha juga mengingatkan pekan depan PBB akan memasuki usia ke-81. Di usia tersebut, PBB sebagai institusi tidak membutuhkan pensiun. Justru diperlukan pembaruan.

    "Posisi Indonesia sudah jelas. Kami mendukung PBB yang kuat, efektif, dan memberikan hasil," tutur dia.

  2. 2. Indonesia tegaskan kerja sama multilateral sangat dibutuhkan

    Arrmanatha Nasir
    Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir ketika mengantar Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres meninggalkan Kementerian Luar Negeri. (Dokumentasi Kemlu)

    Di forum itu, Arrmanatha juga menyampaikan tiga pesan khusus kepada Sekjen Gutteres saat melakukan pembicaraan bilateral. Pertama, Arrmanatha menggaris bawahi di dunia saat ini kerja sama multilateral justru semakin dibutuhkan. Tidak ada satu pun negara meskipun negara tersebut besar dan kuat dapat menghadapi tantangan seorang diri.

    "Kedua, reformasi PBB dan multilateralisme tidak bisa dihindarkan. Reformasi bukan untuk melemahkan PBB melainkan membuat PBB menjadi institusi yang bermanfaat bagi dunia," kata Arrmanatha.

    Sebagai anggota Dewan Auditor PBB, Indonesia akan membantu PBB menjadi lebih responsif dan bertanggung jawab. Selain itu, Indonesia kembali berambisi untuk kembali duduk menjadi anggot tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029 hingga 2030.

    "Kami akan mendorong dewan keamanan agar lebih memberikan dampak, mewakili kepentingan negara-negara lain dan memiliki tujuan khusus. Dewan Keamanan seharusnya menjadi tempat untuk mencari solusi dan bukan sekedar memberlakukan veto," tutur dia.

    Pesan ketiga yang disampaikan oleh Arrmanatha yakni komitmen Indonesia terhadap PBB tidak akan berubah. Indonesia akan tetap mengirimkan pasukan perdamaian dan menjaga agenda PBB di bidang keamanan, kemanusiaan dan pembangunan.

    "Saya juga menegaskan kembali dukungan penuh bagi Palestina lewat perdamaian yang abadi berdasarkan mekanisme solusi dua negara. Perdamaian tanpa keadilan bagi Palestina tidak bisa disebut perdamaian," katanya.

  3. 3. Sekjen PBB sempat berdialog dengan pasukan yang akan dikirim ke Afrika Tengah

    António Guterres
    Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres ketika menyampaikan pidato di kantor Kemlu, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)

    Sementara, Sekjen António Guterres mengaku sempat berdialog dengan sejumlah personel yang menjadi bagian dari Pasukan Perdamaian PBB. Mereka segera diberangkatkan untuk misi di Afrika Tengah. Selain itu, Guterres juga memberikan penghormatan kepada empat prajurit TNI yang gugur ketika menunaikan misi di Lebanon.

    "Saya mendapat kehormatan untuk memberi penghormatan kepada personel perdamaian asal Indonesia yang membuat pengorbanan besar untuk menjaga perdamaian termasuk empat pahlawan yang gugur di Lebanon tahun ini," ungkap Guterres.

    Ia pun menaruh harapan besar pada pasukan penjaga perdamaian Indonesia. Misi yang akan dijalankan prajurit TNI di Republik Afrika Tengah dinilainya menjadi salah satu faktor penentu dalam mewujudkan stabilitas dan membuka jalan bagi perdamaian berkelanjutan di negara tersebut.

    "Misi Anda akan menjadi faktor penentu untuk memastikan bahwa kita dapat sepenuhnya menstabilkan Republik Afrika Tengah," tutur dia.

    Menurut Guterres, keberhasilan misi tersebut tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga keamanan, tetapi juga dari kontribusinya dalam memulihkan fungsi pemerintahan di seluruh wilayah negara itu. Kehadiran pasukan perdamaian diharapkan turut mendorong kelompok-kelompok bersenjata yang masih bertahan untuk secara bertahap bergabung dalam proses perdamaian.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More