Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu), Arrmanatha Christiawan Nasir atau Tata, menegaskan, pergantian kepemimpinan di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tidak akan mengubah arah politik luar negeri Indonesia. Dia memastikan, prinsip bebas aktif tetap menjadi landasan diplomasi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Penegasan tersebut disampaikan Tata dalam briefing perdananya sebagai Menlu. Dia mengatakan, diplomasi Indonesia akan tetap berpegang pada konstitusi dan kepentingan nasional, bukan preferensi pribadi seorang menteri.
Tata juga menyampaikan apresiasi kepada Sugiono yang sebelumnya menjabat sebagai Menlu dan kini menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dia menilai, dua tahun terakhir bukan periode yang mudah karena dunia menghadapi berbagai krisis dan ketidakpastian geopolitik.
“Ini bukan halaman baru. Ini adalah bab berikutnya di buku yang sama,” ujar Tata, menegaskan kesinambungan arah diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinannya dalam press statement perdananya sebagai Menlu RI, Senin (12/110/2026).
