ilustrasi bendera Taiwan. (unsplash.com/Roméo A.)
Isu tawaran senjata ke Beijing mencuat saat paket persenjataan untuk Taiwan senilai 14 miliar dolar AS (sekitar Rp251 triliun) justru masih tertahan di Washington. Paket pertahanan yang telah disetujui para pemimpin Kongres pada awal 2026 tersebut belum kunjung direalisasikan oleh pemerintahan Trump.
Empat senator Partai Republik yang dipimpin Mitch McConnell mengirim surat resmi kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada Rabu (23/9/2026). Mereka mendesak agar izin penjualan alutsista ke Taipei segera diterbitkan demi mengimbangi peningkatan kekuatan militer China di Selat Taiwan.
Legislator juga meminta alokasi dana bantuan militer sebesar 300 juta dolar AS (sekitar Rp5,3 triliun) dan program kerja sama keamanan 1 miliar dolar AS (Rp17,9 triliun) segera dicairkan. Sementara itu, Rubio menyatakan bahwa pemerintah masih meninjau kapasitas industri pertahanan domestik sebelum menyetujui pengiriman alutsista ke luar negeri.
Undang-Undang Hubungan Taiwan 1979 mewajibkan pemerintah AS untuk menyediakan sarana pertahanan yang memadai bagi Taipei. Namun, Trump sebelumnya sempat mengakui bahwa penahanan paket senjata tersebut sengaja dijadikan sebagai alat tawar-menawar dalam perundingan dengan Beijing.