Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Benarkah Trump Tawarkan Senjata AS ke China Karena Taiwan?

3 min read
Benarkah Trump Tawarkan Senjata AS ke China Karena Taiwan?
Presiden AS Donald Trump (kanan) menyambut Presiden China Xi Jinping di Joint Base Andrews, Maryland, dekat Washington D. C., pada 24 September 2026, waktu setempat. (x.com/SpoxCHN_MaoNing)
  • Donald Trump disebut pernah menawarkan penjualan senjata AS kepada China dalam pembicaraan dengan Presiden Xi Jinping.

  • Penjualan senjata AS kepada Taiwan menjadi persoalan sensitif dalam hubungan Washington dan Beijing.

  • Xi meminta Trump berhati-hati mengenai Taiwan, sementara pembicaraan penjualan senjata masih terus berlangsung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah tawaran senjata Trump kepada China mengejutkan?
Share Article

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut pernah menawarkan penjualan senjata kepada China ketika pembicaraan mengenai penjualan senjata AS ke Taiwan kembali menjadi perhatian Washington dan Beijing.

Hal tersebut diungkapkan Duta Besar AS untuk China David Perdue dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan pada Minggu (27/9/2026). Menurut Perdue, Trump menyampaikan tawaran tersebut langsung kepada Presiden China Xi Jinping.

“Presiden Trump terus mengatakan, ‘Kami menjual senjata kepada negara-negara lain di seluruh dunia.’ Pada satu kesempatan, dia sebenarnya bertanya kepada Presiden Xi, apakah dia ingin membeli beberapa senjata,” kata Perdue, dilansir dari Channel News Asia, Senin (28/9/2026).

  1. 1. Trump tawarkan senjata langsung kepada Xi Jinping

    Presiden China Xi Jinping (kanan) mengadakan pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing, pada 14 Mei 2026. (x.com/SpoxCHN_MaoNing)
    Presiden China Xi Jinping (kanan) mengadakan pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing, pada 14 Mei 2026. (x.com/SpoxCHN_MaoNing)

    Perdue mengatakan Trump kembali membicarakan penjualan senjata ketika isu tersebut muncul dalam pertemuan dengan Xi. Menurutnya, Trump menyampaikan AS menjual senjata kepada berbagai negara di dunia.

    Dalam wawancara tersebut, Perdue mengatakan Trump bahkan sempat bertanya kepada Xi apakah China ingin membeli senjata dari AS. Pernyataan itu disampaikan Perdue ketika menjelaskan pembicaraan kedua pemimpin mengenai penjualan senjata.

    “Masih ada pembicaraan berkelanjutan mengenai penjualan lainnya. Trump dan Presiden Xi membicarakan hal tersebut setiap kali mereka bertemu,” ujar Perdue.

  2. 2. Penjualan senjata ke Taiwan jadi isu sensitif

    Sudut "kampung Indonesia" di Taichung, Taiwan
    Sudut "kampung Indonesia" di Taichung, Taiwan (pexels.com/alang wang)

    Penjualan senjata AS kepada Taiwan selama ini menjadi salah satu persoalan sensitif dalam hubungan Washington dan Beijing. China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sementara Taiwan memiliki pemerintahan sendiri dengan presiden dan parlemen yang dipilih secara demokratis.

    AS diwajibkan oleh hukum untuk menyediakan senjata kepada Taiwan yang diperlukan untuk mempertahankan diri. Kebijakan tersebut telah lama menjadi sumber ketegangan antara Washington dan Beijing.

    Pada Desember lalu, Washington telah menyetujui paket penjualan senjata senilai 11,1 miliar dolar AS kepada Taiwan. Perdue menyebutnya sebagai penjualan senjata kepada Taiwan dengan nilai lebih besar dibandingkan yang dilakukan presiden AS mana pun sejak 1979.

  3. 3. Xi minta Trump hati-hati mengenai Taiwan

    AFP__20260514__B2TF3XY__v1__HighRes__ChinaUsDiplomacy.jpg
    Jabat tangan erat Presiden AS Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di depan bendera AS-China. (AFP/KENNY HOLSTON)

    China sebelumnya juga berulang kali memperingatkan Taiwan terkait upaya menuju kemerdekaan. Pada Juni, Beijing memperingatkan Taiwan bahwa upaya mencari kemerdekaan dengan mengandalkan AS atau melalui cara militer merupakan jalan buntu.

    Dalam kunjungannya ke Washington, Xi kembali menyampaikan peringatan kepada Trump mengenai Taiwan. Xi meminta Trump menunjukkan kehati-hatian dalam menangani isu tersebut dan mendesak AS untuk secara eksplisit menentang kemerdekaan Taiwan.

    Sementara itu, pada Mei, Trump sempat menyebut paket penjualan senjata yang akan datang kepada Taipei dapat digunakan sebagai alat negosiasi dengan China. Pernyataan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa keamanan Taiwan dapat menjadi bagian dari tawar-menawar antara Washington dan Beijing.

    Menurut Perdue, pembicaraan mengenai kemungkinan penjualan senjata masih terus dilakukan antara Trump dan Xi. Ia menegaskan posisi AS terkait penjualan senjata kepada Taiwan tidak berubah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More