Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dubes Rusia Bingung soal Legitimasi Board of Peace: Tak Wakili Suara Dunia
Dubes Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov. (IDN Times/Marcheilla)
  • Dubes Rusia Sergei Tolchenov menghormati keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace, namun mempertanyakan legitimasi dan arah forum tersebut dalam penyelesaian konflik Israel–Palestina.
  • Rusia menilai BoP tidak mewakili suara global karena tidak ada perwakilan Palestina maupun negara besar seperti China dan Rusia, serta mencurigai adanya agenda politik lebih luas di baliknya.
  • Meski mengkritik BoP, Rusia menegaskan tetap mendukung solusi dua negara dan berkomitmen mendorong perdamaian Timur Tengah melalui jalur diplomasi bilateral dengan pihak terkait.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyatakan Moskow menghormati keputusan Indonesia terkait keterlibatannya dalam Board of Peace (BoP). Namun, di saat yang sama, dia mempertanyakan legitimasi dan arah forum tersebut dalam upaya penyelesaian konflik Israel–Palestina.

"Baiklah, kami menghormati keputusan berdaulat Indonesia, dan memahami alasan-alasan di balik keputusan pertemuan Presiden Prabowo," kata Tolchenov dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Dia mengatakan Rusia memahami Indonesia ingin melindungi rakyat Palestina. Menurutnya, Presiden Prabowo dan Menteri Luar Negeri Sugiono telah menyampaikan jika Indonesia tetap menginginkan apa yang disebut sebagai solusi dua negara di Palestina dan Timur Tengah.

"Kami memahami Indonesia ingin melindungi rakyat Palestina. Indonesia masih ingin memiliki apa yang disebut solusi dua negara di Palestina, di Timur Tengah," ujarnya.

1. Kritik terhadap komposisi dan mandat BOP

Dubes Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov. (IDN Times/Marcheilla)

Meski menghormati keputusan negara-negara yang terlibat, Tolchenov menegaskan Rusia tidak mendukung resolusi terkait BoP. Menurut pandangan Rusia, BoP tidak menyebutkan apa pun mengenai solusi dua negara maupun pembentukan atau pengakuan negara Palestina.

"Rusia tidak ingin melakukannya, dan kami bahkan tidak memberikan suara. Kami tidak memberikan suara dan tak mendukung resolusi tersebut. Pertama-tama, BoP tidak menyebutkan apa pun tentang solusi dua negara, tidak ada tentang pembentukan negara Palestina atau pengakuan negara Palestina," ujarnya.

Tolchenov juga menyoroti dalam struktur BoP tidak terdapat perwakilan Palestina.

"Dalam BoP, Palestina tidak terwakili. Tidak ada warga Palestina. Warga Israel ada. Warga Palestina tidak ada. Jadi, bagaimana kita bisa melakukan itu?" katanya.

2. Dugaan agenda lebih luas

Dubes Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov. (IDN Times/Marcheilla)

Tolchenov juga menyinggung kemungkinan adanya agenda lain di balik pembentukan BoP. Dia menyebut adanya pandangan Amerika Serikat mungkin ingin menggunakan BoP tidak hanya untuk menyelesaikan situasi di Timur Tengah, tetapi juga untuk isu kawasan lain di masa depan.

"Tampaknya Presiden Trump dan pihak Amerika ingin menggunakan BoP sebagai struktur bukan hanya untuk mencoba menyelesaikan situasi di Timur Tengah, tetapi mungkin di masa depan sebagai sarana untuk menyelesaikan masalah kawasan lainnya," ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut terasa sedikit aneh karena BoP dinilai tidak mewakili mayoritas pemain global.

"Saya tidak ingat secara pasti, tetapi pemain besar seperti China, Rusia, tidak terwakili. Jadi bagaimana bisa?" kata dia.

Meski demikian, Tolchenov menekankan proses ini baru saja dimulai dan Rusia memilih untuk melihat perkembangan ke depan.

"Saya tidak bisa mengatakan kami mendukungnya. Tetapi seperti yang sudah saya sebutkan, kami menghormati keputusan negara-negara yang berada di BoP, dan kita akan melihat apa yang akan dilakukan," ujarnya.

3. Tegaskan komitmen Solusi Dua Negara

Dubes Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov. (IDN Times/Marcheilla)

Tolchenov menegaskan, Rusia tetap ingin berperan dalam isu Timur Tengah dan mendukung penyelesaian krisis antara Israel dan Palestina.

"Tentu saja, kami mendukung jenis negara seperti ini. Kami sudah mengakui negara Palestina," katanya.

Negeri Beruang Merah, dijelaskannya, berupaya mendorong perdamaian melalui jalur bilateral dan memiliki saluran komunikasi langsung di kawasan Timur Tengah, termasuk dengan negara Palestina. Tolchenov menegaskan, kembali ke tujuan akhir yang merupakan langkah paling penting.

"Rusia berusaha melakukannya secara bilateral. Kami memiliki saluran diskusi langsung di Timur Tengah. Saya percaya yang paling penting adalah tujuan akhirnya, yaitu memiliki dua negara di Timur Tengah, Israel dan negara Palestina,” ujar Tolchenov.

Editorial Team