Aksi demo anti-Erdogan yang dipimpin Ozel diperkirakan diikuti oleh puluhan ribu peserta. Para peserta demo tersebut adalah warga Turki yang mendukung Ozel kembali ke pemerintahan dan mengecam rezim Erdogan. Sebab, mereka ingin Erdogan turun dari kursi presiden karena sudah terlalu lama memimpin Negeri Dua Benua.
Tokoh Oposisi Turki Demo Anti-Erdogan di Ankara

- Ozgur Ozel memimpin demo besar di Ankara sebagai protes terhadap Presiden Erdogan setelah dirinya dipecat dari Partai Rakyat Republik (CHP).
- Pemecatan Ozel terjadi usai keputusan kongres CHP 2023 dibatalkan pengadilan, dan posisinya digantikan oleh Kemal Kilicdaroglu yang dikenal dekat dengan Erdogan.
- Para demonstran mendukung Ozel untuk kembali memimpin CHP dan menolak kepemimpinan Kilicdaroglu karena dianggap bisa melemahkan oposisi terhadap rezim Erdogan.
Jakarta, IDN Times - Tokoh oposisi Turki, Ozgur Ozel, dilaporkan telah menggelar demo anti Presiden Recep Tayyip Erdogan di Ibu Kota Ankara pada Sabtu (30/5/2026). Demo tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan Ozel karena rezim Erdogan sudah memecatnya dari Partai Rakyat Republik (CHP).
1. Ozel merupakan pemimpin Partai CHP

Sebelum dipecat, Ozel menjabat sebagai pemimpin Partai CHP, partai oposisi utama yang ada di Turki. Pada pekan lalu, rezim Erdogan memutuskan untuk memecat Ozel dari jabatannya. Ia dipecat karena keputusan kongres Partai CHP pada 2023 dibatalkan oleh pengadilan.
Untuk mencegah kekosongan pemimpin, Partai CHP kini telah menunjuk Kemal Kilicdaroglu untuk menggantikan Ozel. Kilicdaroglu sendiri merupakan mantan Ketua Umum Partai CHP yang dikenal dekat dengan Erdogan. Sebagai pemimpin baru, ia berjanji akan membawa Partai CHP menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ia juga berjanji akan membasmi praktik korupsi yang dilakukan anggotanya.
2. Ozel ingin kongres partai diulang

Kabar pengangkatan Kilicdaroglu sebagai Ketua Umum Partai CHP ini sudah diketahui oleh Ozel. Oleh karena itu, Ozel mendesak partai tersebut untuk mengadakan kongres ulang. Sebab, ia tidak terima Kilicdaroglu menjadi pemimpin partai untuk menggantikan dirinya.
"Ini bukan masalah internal CHP. Ini adalah masalah antara Erdogan dan bangsa. Di satu sisi ada gedung-gedung yang disita. Di sisi lain, jutaan orang membela partai dan negara mereka," kata Ozel dalam pidatonya di hadapan peserta demo, seperti dilansir Jerusalem Post.
3. Para peserta demo mendukung Ozel kembali memimpin Partai CHP

Para peserta demo di Ankara juga sangat mendukung Ozel untuk kembali jadi Ketua Umum Partai CHP. Mereka tidak ingin partai tersebut dipimpin oleh orang yang dekat dengan Erdogan. Sebab, ini bisa membuat Erdogan kehilangan oposisi sehingga ambisinya untuk memperpanjang jabatan sebagai Presiden Turki selama lebih dari dua dekade bisa berjalan mulus.
Sebagai bentuk dukungan terhadap Ozel, para peserta demo meneriakkan kata-kata yang melambangkan kebencian terhadap Kilicdaroglu di tengah demo yang sedang berlangsung. Salah satunya seperti “Kemal (Kilicdaroglu) adalah pengkhianat”. Mereka juga meneriakkan kata-kata yang mendukung Ozel untuk kembali memimpin Partai CHP. “Ozgur (Ozel) adalah pemimpin kami!” teriak para demonstran.


















