potret pemandangan Kota Vladivostok dari Eagle’s Nest Viewpoint (commons.wikimedia.org/travelling_eidolon)
Tolchenov mengatakan komunikasi antara Indonesia dan Rusia akan terus dilanjutkan untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor. Dia berharap pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok dapat kembali mendorong hubungan ekonomi kedua negara.
Putin sebelumnya mengungkapkan rencana untuk bertemu Prabowo di Vladivostok pada awal September 2026. Pertemuan tersebut diperkirakan berlangsung di sela Eastern Economic Forum (EEF), forum ekonomi tahunan Rusia yang digelar di Vladivostok.
Menurut Tolchenov, pertemuan kedua pemimpin dapat menjadi momentum untuk membahas langkah-langkah baru dalam meningkatkan kerja sama bilateral, termasuk di bidang perdagangan dan energi.
"Jika pertemuan di Vladivostok digelar, kedua pemimpin akan terus membahas bagaimana meningkatkan kerja sama kami di semua bidang ini," ujarnya.
Dia juga membuka kemungkinan adanya penandatanganan sejumlah kontrak baru dalam rangkaian EEF. Namun, Tolchenov meminta agar informasi tersebut menunggu pengumuman resmi.
"Saya telah mendengar, tetapi mohon cukup bersabar. Kemungkinan beberapa kontrak akan ditandatangani di Vladivostok dalam rangka Eastern Economic Forum," kata Tolchenov.
Dengan masuknya minyak Rusia serta meningkatnya perdagangan bilateral, Rusia berharap hubungan ekonomi dengan Indonesia tidak berhenti pada perdagangan komoditas. Kedua negara sebelumnya juga tengah menjajaki pengembangan kerja sama industri, investasi dan teknologi, termasuk melalui penguatan kemitraan antarpelaku usaha.
Tolchenov menegaskan kontak antara kedua negara akan terus berlangsung. Dia berharap momentum pertemuan Prabowo dan Putin di Vladivostok dapat menghasilkan kesepakatan baru untuk memperluas hubungan ekonomi Indonesia-Rusia.
Pada akhir Juni lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kontrak impor minyak mentah dari Rusia telah dilakukan dan siap dikembangkan lebih lanjut.
"Saya coba cek secara teknis, ya. Tapi yang saya tahu adalah kontrak sudah dilakukan oleh Lemigas (Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi), BLU (Badan Layanan Umum) daripada Kementerian ESDM," kata Bahlil.
Terkait volume minyak mentah yang akan diimpor dari Rusia, dia mengatakan terdapat potensi pengembangan lebih jauh.
"Untuk volume dia itu bisa berkembang lebih banyak lagi. Tapi nanti kontraknya coba saya liat lagi. Kita kan sudah ada deal antara G2G (government-to-government) dengan Presiden Putin dan Presiden Prabowo. Dan saya sudah juga melakukan komunikasi dengan Menteri ESDM Rusia," kata dia.