Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia mengusulkan empat bidang utama sebagai fokus baru kerja sama dengan China pada fase berikutnya hubungan kedua negara. Empat sektor tersebut dinilai dapat menjadi fondasi kemitraan yang lebih praktis dan saling menguntungkan di tengah perubahan lanskap ekonomi dan geopolitik global.
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Santo Darmosumarto mengatakan tahun ini memiliki arti khusus karena menjadi tahun terakhir pelaksanaan Rencana Aksi Penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-China 2022-2026.
“Kita berada pada persimpangan penting untuk melihat secara jujur apa yang telah kita capai bersama dan menyusun babak berikutnya dari kemitraan strategis komprehensif kita dengan pandangan yang jelas dan ambisi bersama,” kata Santo dalam Indonesia-China Think Tank and Media Forum 2026 di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menurut dia, hubungan kedua negara perlu terus berkembang agar mampu menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ketegangan geopolitik, fragmentasi ekonomi, gangguan rantai pasok, hingga perubahan iklim dan revolusi teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Karena itu, Indonesia mengusulkan empat bidang kerja sama yang dinilai paling menjanjikan untuk dikembangkan bersama China.
