China Serukan ASEAN Tolak Intervensi Kekuatan Luar

- Duta Besar China untuk ASEAN, Wang Qing, menyerukan agar negara-negara Asia Tenggara menjaga masa depan kawasan sendiri dan menolak intervensi eksternal serta politik blok yang dapat mengganggu stabilitas regional.
- Wang mendorong percepatan implementasi FTA China-ASEAN 3.0 guna memperkuat keterbukaan pasar, meningkatkan ketahanan pangan dan energi, serta menjaga stabilitas rantai pasok di kawasan.
- China mengajak ASEAN memperluas kerja sama di bidang ekonomi digital, kecerdasan buatan, energi bersih, dan ekonomi hijau untuk memastikan pembangunan inklusif dan menghadapi tantangan perubahan iklim bersama.
Jakarta, IDN Times - Duta Besar China untuk ASEAN, Wang Qing, menyerukan agar negara-negara di kawasan menjaga masa depan Asia Tenggara di tangan mereka sendiri, di tengah meningkatnya tantangan global, mulai dari unilateralisme, proteksionisme hingga ancaman krisis pangan dan energi.
Wang mengatakan dunia saat ini bergerak semakin cepat menuju Asia, tetapi kawasan juga menghadapi berbagai tantangan baru yang membutuhkan kerja sama erat. Menurut dia, China dan ASEAN sebagai tetangga dekat dengan masa depan bersama harus memperkuat solidaritas, agar dapat menjaga stabilitas dan pertumbuhan kawasan.
“China siap bekerja sama dengan ASEAN untuk memanfaatkan peluang di tengah tantangan, membangun masa depan bersama, dan menjaga prospek perdamaian, stabilitas, pembangunan, dan kebangkitan kawasan ini,” kata Wang dalam pembukaan Jakarta Forum 2026 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin (22/6/2026).
1. China minta kawasan tolak intervensi dan politik blok

Wang mengatakan, perdamaian dan stabilitas harus terus dijaga dengan berpegang pada prinsip hidup berdampingan secara damai dan semangat Traktat Persahabatan dan Kerja Sama Asia Tenggara. Ia menekankan pentingnya dialog dan konsultasi agar solidaritas serta kerja sama tetap menjadi arus utama di kawasan.
“Kita harus memastikan bahwa saling percaya, solidaritas, dan kerja sama tetap menjadi arus utama serta menjaga masa depan kawasan di tangan kita sendiri,” ujarnya.
Wang juga menegaskan penolakan terhadap campur tangan pihak luar. “Kita harus menentang setiap campur tangan eksternal, setiap upaya membentuk lingkaran eksklusif atau konfrontasi blok, serta segala skema untuk menghidupkan kembali militerisme dan mengganggu stabilitas kawasan.”
2. Dorong FTA 3.0 dan ketahanan pangan hingga energi

Wang mengatakan, China dan ASEAN harus mempercepat implementasi FTA 3.0, guna membangun pasar regional yang lebih terbuka. Ia menilai kerja sama saling menguntungkan diperlukan untuk meningkatkan ketahanan pangan, energi, serta menjaga stabilitas rantai pasok kawasan.
“Kita harus tetap berkomitmen pada keterbukaan dan kerja sama, mempercepat implementasi FTA China-ASEAN 3.0, dan membangun pasar bersama regional yang lebih terbuka,” ujarnya.
Menurut Wang, China mendukung arsitektur kerja sama regional yang terbuka, inklusif, dan berpusat pada ASEAN. “China dengan tegas mendukung arsitektur kerja sama regional yang terbuka dan inklusif dengan ASEAN sebagai pusatnya,” kata dia.
3. AI dan ekonomi hijau jadi fokus baru

Selain ekonomi tradisional, Wang mendorong penguatan kerja sama di bidang ekonomi digital, kecerdasan buatan (AI), energi bersih, ekonomi biru, serta pertanian. Ia menilai revolusi teknologi harus dimanfaatkan agar seluruh negara di kawasan dapat menikmati pembangunan secara merata.
“Kita perlu memperluas kerja sama di bidang ekonomi digital dan AI, menjembatani kesenjangan pembangunan kawasan, sehingga seluruh masyarakat di kawasan dapat berpartisipasi dan memperoleh manfaat dari pembangunan yang inklusif,” ujarnya.
Wang juga menyerukan peningkatan kerja sama menghadapi perubahan iklim dan pembangunan energi bersih.
“Kita perlu membangun rumah bersama yang indah dengan langit yang lebih biru, gunung yang lebih hijau, dan air yang lebih jernih,” kata dia.


















