Jakarta, IDN Times - CEO SpaceX, Elon Musk, mengakui telah membatasi layanan internet satelit Starlink di Ukraina pada Sabtu (24/10/2026). Pengakuan ini disampaikan tak lama setelah akses internet cepat yang diandalkan militer Ukraina untuk menahan gempuran Rusia itu kembali pulih sepenuhnya.
Pembatasan sepihak tersebut sebelumnya memperlambat koneksi internet dan mengganggu koordinasi tempur tentara Ukraina di garis depan selama lebih dari sepekan. Kondisi ini sempat memicu ketegangan antara Pemerintah Ukraina dan Amerika Serikat (AS) terkait aturan penggunaan teknologi satelit di zona perang.
