Lithuania Tingkatkan Keamanan usai Upaya Pembakaran Fasilitas Starlink

- Perdana Menteri Lithuania Mindaugas Sinkevicius mengumumkan penguatan keamanan infrastruktur penting setelah percobaan pembakaran fasilitas penyimpanan peralatan Starlink yang diduga terkait Rusia.
- Lithuania akan memantau aktivitas mencurigakan, mengusut dalang serta motif percobaan pembakaran, dan mengantisipasi ancaman sabotase terhadap infrastruktur penting lainnya.
- Lithuania menargetkan sebagian sistem pendeteksi objek udara terintegrasi beroperasi pada akhir 2027, setelah insiden drone; asal drone tersebut masih diperdebatkan dengan Polandia.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Lithuania, Mindaugas Sinkevicius, pada Senin (19/10/2026), mengumumkan rencana memperkuat keamanan di sekitar infrastruktur penting. Rencana ini menyusul percobaan serangan pembakaran di fasilitas Starlink di Lithuania.
Beberapa pekan terakhir, Lithuania sudah dilanda masalah mengenai keamanan imbas perang Rusia-Ukraina. Pada akhir pekan ini, sebuah drone sudah masuk ke wilayah Lithuania dan mengenai mobil yang sedang berjalan.
1. Lithuania akan pantau segala upaya sabotase Rusia

ilustrasi bendera Lithuania (pexels.com/alejandro Jovica) Sinkevicius mengatakan bahwa percobaan pembakaran di fasilitas Starlink ini diduga diinisiasi oleh Rusia. Ia memperingatkan akan ada lanjutan ancaman pembakaran dan sabotase di infrastruktur penting lainnya.
“Rencana pembakaran sudah dilakukan di infrastruktur milik perusahaan Lithuania yang menyimpan peralatan komunikasi Starlink. Kami akan terus memantau sejumlah aktivitas mencurigakan dan berbahaya di Lithuania,” terang Sinkevicius, dikutip dari LRT.
PM Lithuania itu memastikan akan mengungkap siapa dalang di balik rencana pembakaran ini. Selain itu, mengungkap motif di balik aksi pembakaran di negaranya.
2. Lithuania akan miliki sistem pendeteksi objek udara terintegrasi pada 2027

ilustrasi drone (unsplash.com/jaredbrashier) Menteri Pertahanan Lithuania, Robertas Kaunas mengatakan bahwa negaranya akan memiliki sistem pendeteksi objek udara terintegrasi pada 2027. Sistem pendeteksi baru ini disebut akan mempercepat deteksi benda asing di udara.
“Setelah semua sistem pendeteksi objek udara terintegrasi menjadi satu, saya berharap pada akhir 2027, kami akan memiliki setidaknya sebagian dari sistem integrasi ini berjalan lancar,” katanya.
Diharapkan sistem pendeteksi ini dapat beroperasi sepenuhnya pada 2030. Pengembangan sistem pendeteksi udara terintegrasi ini diumumkan setelah masuknya drone di wilayah udara Lithuania.
3. Lithuania sebut drone Ukraina yang masuk di negara berasal dari Polandia

ilustrasi bendera Polandia (unsplash.com/v_bogutski) Pada hari yang sama, Kaunas menyebut bahwa drone Ukraina yang masuk dan meledak di Lithuania berasal dari Polandia berdasarkan investigasi awal. Ia pun sudah mengajak Polandia untuk mengadakan investigasi gabungan soal inkursi drone ini.
Dilansir dari Notes from Poland, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Polandia, Janusz Sejmej memastikan tidak ada objek asing di sistem radar Polandia. Warsawa justru menyebut drone diterbangkan dari teritori Lithuania dekat perbatasan dan terbang ke dalam teritori negara tetangga Polandia itu.






















